Tidak jarang orang sering mengeluh bahwa untuk memulai suatu usaha hal yang pertama diucapkan adalah tidak punya modal, tidak punya bakat, hanya manusia biasa saja. Semua ucapan yang melemahkan ini sama aja mematahkan potensi yang diberikan Allah kepada setiap umatnya bahwa yang diciptakan selalu bermanfaat . Allah menciptakan umatnya dengan sebaik baiknya bentuk bahkan pada saat manusia diciptakan pertama kalipun malaikat disuruh sujud oleh Allah yang melawan hanya iblis. Kesempurnaan bentik,akal,pikiran Kesemuanya itu merupakan modal dasar yang sangat mahal jika kita tanya kepada mereka mengenai modal:
1. Maukah mata mereka dijual seharga 100 juta untuk modal usaha,???
2. Maukah Ginjal,hati,jantung dijual untuk modal usaha???
Andai kita hitung berapa nilai nominal yang ada pada diri kita yang merupakan modal usaha dasar yang telah diberikan Allah untuk memulai aktifitas usaha.
Oleh sebab itu ada langkah mudah untuk memulai usaha yang dapat dilakukan diantaranya:
1. Usaha yang akan dilakukan hendaknya yang diminati dan yang dikuasai. Ini dimaksudkan agar potensi yang ada pada diri orang tersebut dapat menghasilkan hasil yang maksimal, dan kreatifitas yang ada akan terus bertambah sehingga meningkatkan nilai tambah pada barang yang akan dihasilkan untuk dijual.
2. Temukan kekuatan utama yang menjadi pembeda pada diri anda terhadap orang lain, seperti: apakah anda termasuk orang yang menghasilkan ide,mendobrak pasar, memimpin tim penjualan, menawarkan barang??? Ini dimaksudkan agar tercipta: Kenyamanan dan rasa percaya diri anda sangat tinggi pada saat melakukan aktivitas perdagangan. Ini dimaksudkan agar setelah terjadi aktivitas perdagangan akan menimbulkan daya jual dan daya kejut pada konsumen anda setelah ini terjadi akan timbul efek pembelian yang berlapis dan berulang-ulang
3. Kunci pembeda anda kemudian umumkan atau ekspos supaya publik atau konsumen anda tau degan demikian tidak ada orang lain yang bisa menggambilnya dari genggaman anda.
Banyak Mohon kepada Allah dengan shalat jamah dimasjid atau dimushola ajak istri anda untuk shalat tepat waktu,tingkatkan ibdah sunah,perbanyak sedekah supaya percepatan bisnis anda mendapatkan lindungan dari Allah yang maha Kaya.
Label: Entrepeneur
Dosen yang satu ini memang agak luar biasa, bayangkan dalam 2 sesi kuliah yang digabung menjadi satu selama kurang lebih 5 jam, intonasi suaranya tetap tinggi dan bersemangat, dengan disertai gerak bahasa tubuh yang mantab menambah keyakinan bagi para mahasiswa tentang apa yang disampaikannya.
Banyak hal menarik yang dikupas dihari ini, tetapi kita akan fokus kepada 3 istilah yang entah berasal darimana awalnya karena tidak disebutkan disitu siapa yang menyatakan teori ini, tetapi yang pasti kami mahasiswa magister managemen di Universitas yang murah tetapi tidak murahan ini merasa cukup terkejut-kejut juga, dengan keluarnya Anonim baru tersebut, yaitu Bobol, Bodol dan Botol.
Secara harfiah, kita semua mungkin mengerti tentang arti dan maknanya, atau juga sebagian kita juga tidak begitu yakin bahwa kita mengerti akan arti kata itu, terutama kata Bodol. Tetapi itu juga tidak penting, karena yang dibahas bukanlah makna harfiahnya melainkan kepanjangan dari ketiga kata itu.
Bobol à Berani, Optimis, Bisnis, Orang Lain .
Maksudnya adalah bahwa budaya yang ada di Indonesia ini, atau bahkan didunia ini adalah selalu ikut-ikutan trend bisnis yang berkembang. Mulai dari perusahaan besar sampai kepada usaha kecil seperti bisnis wartel, warnet dan MLM, lebih banyak dikembangkan berdasarkan sikap ikut-ikutan. Mungkin juga peralihan usaha sebuah perusahaan besar dari bisnis Rokok ke bisnis kelapa sawit juga merupakan sikap ikut-ikutan dan optimis terhadap keberhasilan bisnis yang dikelola oleh orang lain. Tetapi mungkin saja itu berdasarkan penelitian, pengkajian dan analisa secara mendalam.
Didalam managemen atau Marketing dikenal Istilah “Benchmarking”. Mungkin karena menggunakan bahwa asing, istilah itu menjadi memiliki kasta yang lebih tinggi dibandingkan saudara sepupunya “Nyontek” atau “Meniru”. Justru banyak perusahaan-perusahaan yang berhasil didalam menjalankan bisnisnya, pada perjalanaannya sering melakukan “mencontek” dari lawan bisnisnya atau bisnis bidang lain yang pada akhirnya dapat berhasil dibandingkan yang ditirunya.
Bukan berarti meniru menjadi suatu yang buruk, karena pada dasarnya proses belajar itu adalah proses meniru, atau proses menduplikasi hlal lain yang dimiliki oleh orang lain. Manusia dari mulai lahir sampai dewasa dan tua renta, pada dasarnya melakukan proses pembelajaran yang namanya meniru. Mulai dari berjalan, berbicara sampai beragumenpun sering kali kita meniru apa yang telah disampaikan oleh orang lain.
Bahkan dalam penulisan karya Ilmuah, seperti skripsi dan disertasi, malah proses duplikasi itu wajib ada dan harus terus terang disampaikan yaitu dalam bab landasan teori. Dalam bab itu, tentu saja kita melakukan duplikasi atas teori yang pernah disampaikan oleh orang lain sebelumnya.
Mungkin juga bukan itu yang dimaksudkan dalam menyampaikani Istilah Bobol ini. Mungkin yang dimaksudkannya adalah bahwa dalam melakukan duplikasi bisnis milik orang lain, seharusnya kita harus melakukan observasi yang mendalam sehingga keberanian untuk terjun kedalam dunia didasari oleh pengetahuan dan kemampuan yang kita milikinya. Janganlah saat melihat tetangga menyebabkan timbulnya rasa iri. Karena biasanya dan sangat seringkali kita merasa bahwa, rumput tetangga lebih hijau daripada dihalaman sendiri. Oleh karena tergiur tadi, kita meninggalkan bisnis yang kita miliki dimana kita memiliki kompetensi yang lebih dibandingkan orang lain, untuk kemudian menjalankan bisnis orang lain yang mengiurkan yang padahal kita sama sekali tidak menguasainya secara mendalam.
Bodol àBerani, Optimis, Duit, Orang Lain
Mungkin ini merupakan sudah menjadi budaya bangsa ini, dimana bangsa ini sudah memiliki hutang luar negeri yang susah untuk dilunasi sampai tujuh turunan dan delapan tanjakan. Tetapi dengan menggunakan dana yang berasal dari orang lain, kalau bisa digunakan secara cermat dan tepat maka akan menjadi leverage bagi bisnis yang dijalankan. Karena kata Pak Matrodji yang dosen Manajemen keuangan, bahwa Debt atau hutang memiliki fungsi pengungkit (leverage) yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah keuntungan yang diperoleh dengan catatan biaya bunga yang ditanggung sebagai akibat sampingan dari adanya pinjaman tersebut haruslah lebih kecil dari IRR (Investmen rate of Return) yang dihasilkan oleh bisnis yang dijalankan.
Yang menjadi masalah adalah jika BODOL tadi bukanlan digunakan untuk suatu bisnis yang akan menghasilkan Income atau pendapatan. Tetapi hanyalah suatu pengeluaran konsumti demi memenuhi hasrat untuk Ber”Ria-ria” dengan produk duniawi yang di iklankan secara bombadir di segala media komunikasi.
Botol à Berani, Optimis, Tenaga Orang Lain
Nah ini yang sebaiknya dilakukan dan yang terbaik. Itu kata dosennya loh. Walaupun kurang menangkap essensi yang disampaikan, angguk kepala dan tatapan seakan mengerti memenuhi ruangan tersebut.
Mungkin yang dimaksudkan adalah sesuai dengan mata kuliah yang disampaikan adalah mata kuliah teori organisasi, maka yang namanya konsep BOTOL harus digunakan. Karena sebuah organisasi tidak ada artinya kalau tidak ada pelimpahan wewenang dan tugas. Dan dampak dari pendelegasian wewenang tersebut tentunya adalah pemanfaatan tenaga orang lain.
Jadi essensinya mungkin sebagai seorang organisatoris, baik dalam organisasi manapun kita berada, diperusahaan, organisasi massa, RT RW sampai ke organisasi politik dan Negara sekalipun, konsep BOTOL harus dijalankan, yaitu harus menggunakan tenaga orang lain untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai, tentu saja hal ini dapat berarti 2 hal, yaitu dalam arti positif, berupa pendelegasian wewenang, atau bisa juga dalam arti lain yang bisa berarti memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Tentu saja pilihannya ada pada diri kita sendiri.
Jadi entah benar atau tidak sesuai dengan sumber asalnya, ternyata 3 istilah tersebut mengandung makna yang cukup dalam untuk dijadikan sebagai pertimbangan dan dasar dalam mengambil langkah-langkah dalam kehidupan.
NGerti gak maksudnya ?
Kalo gak ngerti, mari kita bertanya, pada kuliah minggu depan.
Label: Entrepeneur
Purdi E. Chandra. Pada akhir tahun 1981, saya merasa tidak puas dengan pola kuliah yang membosankan. Saya nekad meninggalkan kehidupan kampus. Saat itu saya berpikir, bahwa gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal dalam mengejar cita-cita lain. Kemudian pada tahun 1982 saya mulai merintis bisnis bimbingan tes Primagama, yang belakangan berubah menjadi Lembaga Bimbingan Belajar Primagama.
Bisnis tersebut saya jalankan dengan jatuh bangun. Dari awalnya yang sangat sepi peminat - hanya 2 orang - sampai akhirnya peminatnya membludak hingga Primagama dapat membuka cabang di ratusan kota di penjuru tanah air, dan menjadi lembaga bimbingan belajar terbesar di Indonesia.
Bukan suatu kebetulan jika pengusaha sukses identik dengan kenekatan mereka untuk berhenti sekolah atau kuliah. Seorang pengusaha sukses tidak ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika baru membangun usahanya.
Kuliah di 4 jurusan yang berbeda, Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya membuktikan kecemerlangan otak Purdi. Hanya saja ia merasa tidak mendapatkan apa-apa dengan pola kuliah yang menurutnya membosankan. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Purdi muda yang penuh cita–cita dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan mulai serius untuk berbisnis.
Sejak saat itu Purdi mulai menajamkan intuisi bisnisnya. Dia melihat tingginya antusiasme siswa SMA yang ingin masuk perguruan tinggi negeri yang punya nama, seperti UGM. Ini merupakan peluang bisnis yang cukup potensial, bagaimana jika mereka dibantu untuk memecahkan soal-soal ujian masuk perguruan tinggi, pikirnya waktu itu. Purdi lalu mendapatkan ide untuk mendirikan bimbingan belajar yang diberi nama, Primagama.
“Saya mulai usaha sejak tahun 1982. Mungkin karena nggak selesai kuliah itu yang memotivasi saya menjadi pengusaha,” kisah Purdi. Lalu, dengan modal hasil melego motornya seharga 300 ribu rupiah, ia mendirikan Bimbel Primagama dengan menyewa tempat kecil dan disekat menjadi dua. Muridnya hanya 2 orang. Itu pun tetangga. Biaya les cuma 50 ribu untuk dua bulan. Kalau tidak ada les maka uangnya bisa dikembalikan.
Segala upaya dilakukan Purdi untuk membangun usahanya. Dua tahun setelah itu nama Primagama mulai dikenal. Muridnya bertambah banyak dan semakin banyak saja. Setelah sukses, banyak yang meniru nama Primagama. Purdi pun berinovasi untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikannya ini. “Sebenarnya yang bikin Primagama maju itu setelah ada program jaminan diri,” ungkapnya soal rahasia sukses mengembangkan Bimbel Primagama. Dan berkat kerja keras selama ini Primagama masih menjadi market leader di bisnis bimbingan belajar dengan lebih dari 700 outlet di seluruh Indonesia.
Label: Entrepeneur
Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat Bisnis Tiket Pesawat
Label: Entrepeneur
BUKA AL QUR'AN ONLINE
Label: Entrepeneur
There is nothing as refreshing as freshly squeezed orange juice. It takes longer, and uses many oranges to make even one glass, but the taste is worth the effort and the wait. Try making it yourself and you will never want to go back to drinking bottled juice.
edit Steps1Tightly squeeze or roll the orange with the palm of your hand across the table to soften them.
Ads by Google
Tetra PakThe world's leading food packaging and processing solutíons company.
www.tetrapak.com
2Cut The orange in half pieces and remove the seeds.
3Grip the one half of the orange tightly and squeeze it by hand, using a plain juicer to get the juice out. It is best to use an electric orange juicer, as you will get much more juice from the orange and into the glass.
4Scrape the orange with a spoon and add fruit directly to juice if you use a hand juicer for more pulp. If you prefer clear juice, pour the juice through a strainer before drinking.
5Drink and enjoy a cold glass of freshly squeezed orange juice.
Ads by Google
Epiphyllum, Orchid CactusDragon Fruit, Echinopsis 1000's of cuttings & rooted plants
www.mattslandscape.com
BottledWaterWebThe bible of bottled water All the news, facts and reports
www.BottledWaterWeb.com
Label: Entrepeneur
Setiap Orang tua dimanapun ia berada pasti menginginkan buah hatinya sehat dan cerdas. Berbagai daya dan upaya dilakukan untuk sang buah hati tercinta. Banting tulang peras keringat untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkannya. Berbagai program yang ditawarkan dari makanan, pakaian, pendidikan semuanya diberikan dengan kualitas terbaik untuk sang buah hati tercinta.
Ada beberapa langkah mudah untuk membuat sang buah hati kita sehat, cerdas, bertakwa diantaranya :
1.
Kita doakan selalu melalui Shalat 5 waktu Ya Allah jadikanlah anak keturunanku anak yang sholeh dan sholeha, sehat, pinter, bernasib baik.
2.
Ajarkan kalimat tauhid,kenalkan bacaan alqur’an. Minimal 5menit dalam 1 hari kita sendiri yang mengajarkannya selebihnya dapat kita masukan melalui taman pendidikan islam yang sudah tumbuh subur dimana-mana.
3.
Kasih makanan Yang Benar.
Benar dalam konotasi disini adalah sumber yang kita berikan keanak harus yang halal dan baik. Jangan kita berikan makanan, vitamin atau lainnya. Yang masuk ke mulut dan perut buah hati kita dari jalan yang tidak baik dan tidak halal,sungguh bodoh dan meruginya kita sebab semuanya itu bukan menjadikannya sang buah hati kita sehat,pinter,bertakwa melainkan merupakan bahan penyakit,bahan bakar syetan yang kita berikan kepada buah hati kita.
Label: Entrepeneur
Komplain sering diidentikan dengan sesuatu yang negatif, kemarahan, dsb.
Padahal sebenarnya komplain adalah sesuatu yang positif.
Sisi positif dari komplain adalah masukan dari orang lain tentang kelemahan kita ataupun perusahaan kita untuk menjadi lebih baik.
Yang harus kita ingat bahwa ketika orang sedang marah maka setan sedang berkecamuk dipikirannya, mereka tidak dapat berfikir secara logis dan tingkat kesadaran dan kecerdasannya dalam ambang yang terendah, Untuk itu pemberian penjelasan atau keterangan dari kita dilakukan ketika kemarahan mereka sudah mereda.
Bagaimana Caramenghadapi komplain yang efektif:
Dengan tidak menjawab dan tidak menjelaskan duduk persoalan ketika customer sedang meluapkan emosi mereka.
Biarkan Mereka melepaskan kemarahan, kekesalan,sampai akal sehat mereka berjalan normal kembali, barulah menjelaskan duduk pesoalannya.
Dikutip dari james gwee.
Label: Entrepeneur
Jangan pergunakan air sembarangan untuk pengisian kedalam radiator anda. Gunakan Air destilized/ air aki (banyak dijual dipasaran) disarankan untuk menggunakan coolant. (Banyak dijual dipasaran)
Perbaiki segera bila terlihat sudah 1ada yang bocor.
Periksa tutup radiator kendaraan anda,alat tersebut selain berfungsi mengalirkan air panas ke reservoir, kerja yang lain mengirimkan air kemesin / radiator setelah mesin dingin melalui kerja kevakuman.
Periksa slang radiator , ganti kalau kembung, pada puteran tinggi dapat menyebabkan slang pecah.
Label: Entrepeneur
http://www.bisnis-tiket-pesawat.com/?id=habibtour
Label: Entrepeneur
Kepada Para Calon Pengusaha / Entrepreneur
Sebuah peluang usaha yang biasa, namun memiliki peluang penghasilan luar biasa telah hadir di hadapan anda.
Anda tentu setuju bahwa bisnis tiket pesawat terbang adalah bisnis biasa. Namun anda juga pasti membenarkan bahwa selama ini anda hanya membeli tiket pesawat terbang dan membayar harganya namun tidak pernah menikmati se-sen-pun hasilnya. Padahal bisnis tiket pesawat terbang adalah bisnis yang bernilai Milyaran bahkan Trilyunan Rupiah.
Namun sejak saat ini, detik ini juga, anda akan ikut menikmati manisnya bisnis tiket pesawat terbang. Tanpa anda harus memiliki sebuah perusahaan travel agent.
Bahkan anda akan tetap menikmati hasilnya / komisi dari pembelian tiket yang dilakukan oleh orang lain, dan orang lain tersebut tidak pernah anda kenal sama sekali.
Label: Entrepeneur