CARA PRAKTIS BUDIDAYA JAMUR TIRAM

on Selasa, 08 Maret 2011

Ada teknologi yang cukup praktis untuk budidaya jamur tiram Pleurotus spp, yakni tahapan membuat media bibit induk (spawn) dan tahanan memproduksi jamur tiramnya. Pada tahanan membuat media bibit induk ada 10 langkah yang perlu dilakukan. Pertama, bahan medianya yang berupa biji-bijian atau campuran serbuk gergajian albusia (SKG) ditambah biji millet 1 (42%) : 1 (42%). Bahan baku ini adalah yang terbaik. Langkah kedua, bahan baku dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau panci. Langkah ketiga, bahan baku tersebut ditiriskan dengan ayakan. Tambahkan 1% kapur (CaCl3), 1% gypsum (CaSO4), vitamin B kompleks (sangat sedikit) dan atau 15 persen bekatul. Kadar air 45-60 % dengan penambahan air sedikit dan pH 7. Langkah keempat, bahan baku tersebut lalu didistribusikan ke dalam baglog polipropilen atau botol susu atau botol jam pada hari itu juga. Perbotol diisi 50-60% media bibit, disumbat kapas/kapuk, dibalut kertas koran/alumunium foil. Langkah kelima, sterilisasi dalam autoclav selama 2 jam atau pasteurisasi 8 jam pada hari itu juga. Temperatur autoclave 121 derajat C, tekanan 1 lb, selama 2 jam. Temperatur pasteurisasi 95 derajat C. Langkah keenam, lakukan inokulasi dengan laminar flow satu hari kemudian. Setelah suhu media bibit turun sampai suhu kamar dilakukan inokulasi bibit asal biakan murni pada media PDA (sebanyak 2-3 koloni miselium per botol bibit). Langkah ketujuh, inkubasi (pertumbuhan miselium 15-21 hari) pada ruang inkubasi/inkubator, suhu 22-28 derajat C. Langkah kedelapan, botol atau baglog isi bibit dikocok setiap hari, dua hingga tiga kali. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan miselium bibit jamur merata dan cepat serta media bibit tidak menggumpal/mengeras. Kesembilan, bibit induk dipenuhi miselium jamur dengan ciri pertumbuhan miselium jamur kompak dan merata. Langkah terakhir, jamur tersebut digunakan sebagai inokulan/bibit induk/bibit sehat perbanyakan ke 1 dan ke 2. Bibit ini disimpan dalam lemari pendingin selama 1 tahun, bila tidak akan segera digunakan.Tahap selanjutnya adalah memproduksi jamur tiram (Pleurotus spp). Dalam tahapan ini juga ada 10 langkah. Pertama, siapkan serbuk kayu gergajian albasia. Rendam selama 0-12 jam (bergantung pada spesies/strain serbuk kayu yang digunakan). Langkah kedua, tiriskan sampai tidak ada air, pada hari itu juga dengan mengunakan saringan kawat atau ayakan kawat. Langkah ketiga, membuat subtrat/media tumbuh, pada hari itu juga. Tambahkan 5-15 % bekatul atau polar (bergantung pada spesies/strain yang digunakan), 2% kapur (CaCO3), 2% gypsum (CaSO4) dan air bersih, diaduk merata, kadar air substrat 65%, pH 7. Langkah keempat, distribusikan kedalam baglog polipropilen pada ahri itu juga. Padatkan dalam wadah tersebut, beri lubang bagian tengah, dipasang mulut cincin pralon, kemudian ditutup dengan kapas/kertas minyak. Langkah kelima, sterilisasi/pasteurisasi, satu hari kemudian. Simpan dalam kamar uap atau kukus dalam drum dengan suhu media di dalam baglog 95-120 derajat C selama 1-3 kali 8 jam bergantung pada jumlah substrat yang akan di pasteurisasi. Langkah keenam, inokulasi substrat dengan spawn di ruang inokulasi. Setelahsuhu baglog substrat turun sampai suhu kamar, inokulasikan bibit pada substrat dalam laminar flow. Bibit 10-15gr/kg substrat. Langkah ketujuh, inkubasi baglog substrat (pertumbuhan miselium 15-30 hari). Rumah jamur/kubung/ruang inkubasi dijaga tetap kering dan bersih, suhu 22-28 derajat C tanpa cahaya. Langkah kedelapan, baglog substrat dibuka cincin dibuka (7-15 hari kemudian). Cara membuka berbeda-beda, tergantung jenis jamur kayu yang digunakan. Langkah kesembilan, baglog disusun di rak dalam rumah jamur (pertumbuhan jamur 10-15 hari kemudian, tumbuh pin head/bakal tumbuh buah). Bakal tumbuh buah tersebut disiram air bersih agar jamur tumbuh. Untuk jamur tiram, yang disiram rumah jamurnya. Untuk jamur kuping penyiraman langsung pada substrat sampai basah kuyup. Suhu rumah jamur 16-22 derajat C RH : 80-90 %. Langkah terakhir panen jamur tiram/kuping. Panen kurang dari 9 kali dalam waktu kurang dari 1,5 bulan tergantung cara pemeliharaan/penyiraman jamur dan kebersihan kubung. Atau sisa panen 2-5 kali seminggu. Faktor penting yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur tiram ini adalah masalah higienis, aplikasi bibit unggul, teknlogi produksi bibit (kultur murni, bibit induk, bibit sebar), teknologi produksi media tumbuh/substrat dan pemeliharaan serta cara panen jamur tiram.

BUDIDAYA TANAMAN JAMUR TIRAM

I. SYARAT PERTUMBUHAN

1.1. Iklim a) Secara alami, jamur tiram Pleurotus ditemukan di hutan dibawah pohon berdaun lebar atau di bawah tanaman berkayu. Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak dan remang-remang, di tempat terlindung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada di tempat yang terang dengan cahaya matahari berlimpah.b) Kelembaban ruangan optimal 90-96% yang harus dipertahankan dengan menyemprotkan air secara teratur.c) Suhu udara untuk pertumbuhan miselia adalah 23-28 derajat C dan untuk pertumbuhan tubuh buah adalah 13-15 derajat C. 1.2. Media Tanam Secara tradisional, di Jepang, bibit ditanam di dalam lubang atau garisan di kayu kering. Pengeringan dilakukan dengan tenaga sinar matahari atau listrik. Dalam budidaya modern, media tumbuh berupa kayu tiruan (log) yang dibuat dalam bentuk silinder. Komposisi media ini berupa sumber kayu (gergaji kayu, ampas tebu), sumber gula (tepung-tepungan), kapur, pupuk P dan air. 1.3. Ketinggian Tempat Kondisi di atas lebih mudah dicapai di daerah dataran tinggi sekitar 700-800 m dpl. Kemungkinan budidaya jamur di dataran rendah tidaklah mustahil asalkan iklim ruang penyimpanan dapat diatur dan disesuaikan dengan keperluan jamur.
II. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

2.1. Pembibitan 2.1.1. Sumber Bibit a) Sumber alamiDipakai untuk media tradisional. Batang kayu yang telah ditumbuhi jamur dilembabkan, kemudian dirajang sepanjang 5-10 cm dan lebar 1-2 cm. Potongan disebarkan ke batang kayu lain yang dijadikan media tumbuh. b) SporaSpora terbentuk di tudung/payung bagian bawah. Tudung/payung yang berumur 3 hari dihancurkan di dalam air bersih. Cara penggunaan cairan ini ada 2 macam: (1) cairan ini dapat digunakan langsung sebagai bibit; (2) cairan disiramkan ke media yang tersusun dari serbuk gergaji dan kukusan jagung/padi. Setelah diinapkan beberapa hari, miselium akan tumbuh menyelimuti media dan siap digunakan. c) Biakan murniCara ini menghasilkan bibit berkualitas. 1. Siapkan media Potato Dextrose Agar (PDA) yang terdiri atas ekstrakt kentang 1 liter (1 kg kentang digodog dengan 1 liter air, lalu disaring), gula dekstrosa 20 gram, ekstrak ragi 5 gram (dapat diganti dengan 400 ml air ragi tetapi air kentang jadi 600 ml) dan agar-agar batang 20%. Media lain yang bahan mudah didapat terdiri atas 1/4 kg kentang, 1/4 kg bawang bombay, 1/4 kg aci, 1 sendok makan gips dan 3 bungkus agar-agar kecil. Panaskan campuran media tersebut untuk melarutkan agar-agar. Masukkan 15 cc media ke dalam tabung reaksi 25 cc kemudian disterilkan dalam autoklaf pada temperatur 121 derajat C, tekanan 1,5 selama 15 menit atau dengan dikukus pada temperatur 100 derajat C selama 8 jam.Biarkan media PDA sampai hangat tetapi masih cair. Buka sedikit cawan petri bagian atas, masukkan segera media ke dalam cawan petri steril secara aseptik. Tutup cawan petri dengan cepat. Setelah agar membeku, balikkan posisi cawan petri. Media ini disebut dengan media lempeng agar.2. Ambil tubuh buah berumur 3 hari (diameter sekitar 10 cm) yang sehat, mulus dan bagian sisinya tidak berkerut. Lepaskan stipe/bilah di bagian bawah tubuh buah. Ambil potongan bilah dengan pinset steril dan letakkan di tengah media lempeng agar yang telah disiapkan. Inkubasikan media di dalam inkubator pada temperatur 28 derajat C. Pada hari ke 2, miselium mulai tumbuh dan pada hari ke 5 seluruh permukaan media tertutupi miselium. Biakan murni ini disebut dengan bibit F1. 3. Pengerjaan seluruh proses di atas harus aseptik/bersih untuk menghindari tumbuhnya jamur yang tidak dikehendaki. Sebelum digunakan alat-alat berupa pisau atau pinset harus dibakar di atas api. Sebaiknya pengerjaan dilakukan di dalam laminar flow atau transfer box yang dijamin kebersihannya. 4. Pembiakan murni jamur tiram ini sudah dibuat di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Unpad, Jurusan Biologi ITB dan PAU Mikrobiologi ITB. Bibit jamur murni bisa disimpan sampai 6 bulan pada temperatur sekitar 4 derajat C. 2.1.2. Pembuatan Bibit Jamur F2 Bahan-bahan untuk media bibit F2 adalah:a) Jagung tumbuk atau padi bergabah = 60%.b) Serbuk gergaji = 38%.c) Kapur = 0,5-1%.d) Gips = 0,1-1%. Sebelum dicampurkan, jagung tumbuk/padi direndam semalam dan dikukus 2 jam sampai mekar. Media dimasukkan ke dalam toples bekas jam.Satu lempeng agar bibit F1 dibagi menjadi delapan bagian. 1 bagian dimasukkan ke dalam media di atas dengan miselium menempel pada media. Setelah 2-4 minggu seluruh media ditumbuhi miselium dan siap ditanam ke log. 2.1.3. Pembuatan Bibit Jamur F3 Walaupun bibit F2 lebih baik daripada F3, banyak petani jamur yang menggunakan bibit F3 untuk ditanamkan ke dalam log. Media untuk bibit F3 berupa log dengan komposisi media dan cara pembuatan yang sama dengan log produksi, hanya ukuran plastiknya sekitar 1 kg. Bibit F3 dibuat dengan menambahkan 2 sendok makan bibit F2 ke bagian atas log, lalu diinkubasikan selama 1 bulan sampai miselium memenuhi seluruh permukaan log. Bibit F3 siap ditanamkan ke log produksi. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan steril di dalam laminar flow atau transfer box. 2.2. Pengolahan Media Tanam 2.2.1. Persiapan Untuk 80 log diperlukan bahan-bahan seperti di bawah ini:a) Serbuk gergaji atau ampas tebu halus=100 kgb) Tepung jagung=10 kgc) Dedak halus=10 kgd) Pupuk SP36=0,5 kge) Gips=0,5 kgf) Air=50-60% Bahan-bahan kecuali air dicampur merata, tambahkan air sampai media dapat dikepal. 2.2.2. Pembuatan Log Media dimasukkan ke dalam kantong plastik tahan panas kapasitas 1,5-2 kg sampai Media harus dipadatkan agar terbentuk log yang baik. Ikat mulut plastik dengan karet tahan panas dan sterilkan. 2.2.3. Sterilisasi Log Sterilisasi perlu dilakukan agar media bebas dari mikroba lainnya. Terdapat dua cara sterilisasi yaitu: a) Sterilisasi pada temperatur 100 derajat C selama 8 jam dengan cara mengukus. Biasanya digunakan drum kapasitas 50 log yang dipanaskan dengan kompor minyak tanah. b) Sterilisasi pada temperatur 121 derajat C selama 15 menit dengan menggunakan otoklaf atau dandang bertekanan uap. 2.3. Teknik Penanaman 2.3.1. Penanaman Bibit Buka bagian atas log yang telah disterilkan. Hamparkan 1-2 sendok makan bibit jamur F3 atau F2. Gunakan sendok yang telah dipanaskan di atas api. Rapatkan kembali plastik bagian atas. Masukkan cincin dari bambu berdiameter 3 cm dan tinggi 1 cm ke dalam plastik yang dirapatkan tersebut. Isi lubang yang terbentuk dengan kapas. Tutup kapas beserta cincin dengan kertas koran dan ikat. 2.3.2. Penyimpanan Log Jika kita akan menyimpan log di dalam bangunan maka masa tanam jamur tiram tidak diatur oleh kondisi iklim dan dapat dilakukan setiap saat. Log yang sudah ditanami bibit harus disimpan di tempat yang menunjang pertumbuhan miselium dan tubuh buah. Bangunan untuk menyimpan log dapat dibuat permanen untuk budidaya jamur skala besar atau di dalam bangunan semi permanen. Tempat pemeliharaan jamur dibuat dengan ukuran 10 x 12 m2 yang di dalamnya terdapat 8 buah petak pemeliharaan berukuran 5,7 x 2,15 m2. Jarak antar petak 40-60 cm. Di dalam setiap petak dibuat rak-rak yang tersusun ke atas untuk menyimpan 1.300-1.400 log. Rangka bangunan dapat dibuat dari besi, kayu atau bambu. Kondisi lingkungan yang harus diperhatikan dalam membuat bangunan penyimpanan adalah:a) Temperatur untuk pembentukan miselium adalah 23-28 derajat Cb) Temperatur untuk pembentukan tubuh buah adalah 13-15 derajat Cc) Kelembaban udara 90-96%d) Kadar air log 35-45%e) Udara di dalam tidak tercemari asap/gas. Log disimpan di atas rak dengan posisi tegak atau miring. Jarak penyimpanan diatur sedemikian rupa sehingga tubuh buah yang tumbuh dari satu log tidak bertumpang tindih dengan tubuh buah yang lain. 2.4. Pemeliharaan Tanaman 2.4.1. Pemeliharaan Log Log yang akan membentuk miselium dan tubuh buah harus dipelihara. Pemeliharaan berhubungan dengan menjaga lingkungan agar tetap optimuma) Kandungan air yang baik 35-45%. Kekurangan air menyebabkan miselium tidak membentuk tubuh buah karena kekeringan dan kelebihan air menyebabkan tumbuhnya jenis jamur lain yang tidak diinginkan. b) Cahaya. Perkembangan miselium dan tubuh buah akan terhambat dengan adanya cahaya langsung. Tempat penyimpanan harus tetap teduh dan sinar matahari tidak masuk secara langsung ke dalam ruangan. 2.4.2. Pembentukan Miselium dan Tubuh Buah a) Penumbuhan Miselium.Miselium akan tumbuh memenuhi permukaan log setelah penyimpanan selama kurang lebih 1 bulan. Selama jangka waktu tersebut, temperatur dan kelembaban harus optimal. Pengaturan temperatur dan kelembaban dapat dilakukan dengan cara:1. Menyemprotkan air dengan sprayer ke dinding-dinding bangunan penyimpanan dan ke ruang di antara jajaran log. 2. Menyemprotkan air dengan sprinkel bernozel halus. b) Pembentukan tubuh buah pertama.Setelah miselium tumbuh sempurna, lepaskan cincin log dan buka plastik bagian atas sehingga seluruh permukaan atas log kontak dengan udara. Pada waktu ini diperlukan raising yaitu pengaturan lingkungan agar tubuh buah tumbuh. Raising dilakukan dengan:1. Menurunkan temperatur ruang menjadi 13-15 derajat C dengan menggunakan pengatur temperatur (Air Conditioning) atau menyemprotkan air dengan nozel halus secara intensif.2. Menurunkan temperatur dan sekaligus menyemprotkan bahan yang mengandung hormon pertumbuhan ke permukaan log yang kontak dengan udara. Air kelapa atau ekstrakt toge dapat dipakai sebagai sumber hormon tsb. Dengan cara ini pertumbuhan tubuh buah akan mencapai dua kali lipat dibandingkan cara pertama. Tubuh buah pertama terbentuk setelah 3-5 hari pembukaan. c) Pembentukan tubuh buah selanjutnyaSetelah tubuh buah pertama dipanen, turunkan bukaan plastik sampai ½ bagian log. Kadang-kadang calon bakal buah sudah tumbuh di bawah plastik yang belum terbuka. Bagian plastik tersebut harus dilubangi untuk memberi kesempatan tubuh buah keluar dan tumbuh. Pembukaan log sebaiknya tidak dilakukan sekaligus, terutama pada budidaya skala besar. Jarak pembukaan satu kelompok log dengan kelompok lainnya ditentukan sedemikian rupa sehingga setiap hari ada tubuh buah yang dipanen. Pembukaan log yang bertahap akan menjamin kelangsungan produksi. 2.5. Hama dan Penyakit 2.5.1. Hama Hama yang banyak terdapat di tempat budidaya jamur adalah serangga baik berupa kumbang atau kutu. Pencegahan dengan sanitasi lingkungan atau, alternatif terakhir, penyemprotan insektisida. Perlu diingat bahwa residu insektisida akan menempel di tubuh buah sehingga jamur yang dipanen harus dicuci bersih di air mengalir. Pencucian dapat menyebabkan penurunan kualitas jamur kalau kelebihan air tidak langsung dihilangkan dengan cara ditiriskan. 2.5.2. Penyakit Penyebab timbulnya penyakit adalah sterilisasi yang tidak sempurna, bibit yang tidak murni, alat yang kurang bersih dan kandungan air media terlalu tinggi. Penyakit berupa tumbuhnya jamur lain seperti Mucor, Rhiozopus, Penicillium dan Aspergillus pada log. Serangan jamur-jamur tersebut dicirikan dengan timbulnya miselium yang berwarna hitam, kuning atau putih dan timbulnya lendir. Pertumbuhan jamur tiram menjadi terhambat atau tidak tumbuh sama sekali. Serangan dapat terjadi di log yang belum atau sudah dibuka. Pengendalian dilakukan dengan memperbaiki kultur teknis dan meningkatkan kebersihan lingkungan pada saat pembuatan media dan bibit serta lingkungan bangunan penyimpanan. 2.6. Panen 2.6.1. Ciri dan Umur Panen Jamur tiram Pleurotus adalah jamur yang rasanya enak dan memiliki aroma yang baik jika dipanen pada waktu umur muda. Panen dilakukan setelah tubuh buah mencapai ukuran maksimal pada 2-3 hari setelah tumbuh bakal tubuh buah. 2.6.2. Cara Panen Pengambilan jamur harus dilakukan dari pangkal batang karena batang yang tersisa dapat menimbulkan busuk. Potong jamur dengan pisau yang besih dan tajam dan simpan di wadah plastik dengan tumpukan setinggi 15 cm. 2.6.3. Periode Panen Panen dilakukan setiap hari atau beberapa hari sekali tergantung dari jarak pembukaan log-log. Dari satu log akan dihasilkan sekitar 0,8-1 kg jamur. 2.7. Pascapanen 2.7.1. Penyortiran Setelah dipanen, batang tubuh buah dipotong. Pisahkan jamur yang rusak dari jamur yang baik, pisahkan pula jamur sesuai dengan ukurannya. 2.7.2. Penyimpanan Setelah penyortiran, buang kotoran pada jamur tanpa mencucinya. Simpan di dalam wadah bersih dan tempatkan di kamar dengan temperatur 15 derajat C. Jamur dapat tetap segar selama 5 x 24 jam. Sebelum pengemasan, jamur dapat disemprot dengan larutan natrium bisulfit 0,1-0,2% yang menghambat pembusukan 2.7.3. Pengemasan Pengemasan dilakukan dalam:a) Kantung plastikb) Kantung plastik yang divakum (udara dikeluarkan)c) Wadah plastik putih dan ditutup dengan plastik lembaran tipis. 2.7.4. Penanganan Lain a) Pengeringan. Jamur direndam dalam air bersih, atau cuci dengan air mengalir lalu diiris tipis atau dibiarkan seperti adanya. Masukkan ke dalam air mendidih sebentar, lalu tiriskan. Keringkan jamur di dalam oven listrik/ minyak tanah. b) Penambahan senyawa pengawet. Jamur utuh dibersihkan dari kotoran jika perlu dengan air mengalir. Rendam dalam asam sitrat 0,1% selama 5 menit. Cuci dengan air mengalir. Masukkan ke dalam larutan yang terdiri atas garam dapur (15%), garam sitrat (0,5%), SO2 (1%), kalium bikarbonat (0,1%) dan kalium metabisulfida (<1%) selama 10-15 menit. Tiriskan kembali. Jamur akan awet selama 2 minggu tanpa pengepakan dan 1 bulan bila langsung dipak cara vakum.

Pijakan Anyar Jamur Tiram

Truk pengangkut jerami padi itu berhenti di depan kumbung jamur. Seorang pekerja bergegas mengangkat dan mencelupkan jerami ke drum berisi air panas. Lima detik kemudian, ia mengangkat jerami dan menebarkan di atas jaring kawat. Setelah tiris, ia menambahkan 300 g dedak dan 40 g kapur pada 2 kg batang padi kering itu yang dimasukkan ke dalam plastik ukuran 5 kg.



Jerami padi itu lazim dimanfaatkan sebagai media tumbuh jamur merang Volvariella volvacea. Namun, Adi Yuwono, pekebun di Ciwidey, Kabupaten Bandung, menggunakannya sebagai media jamur tiram. ‘Merang itu pengganti serbuk gergaji kayu,’ kata Adi Yuwono. Penggunaan media itu memang kontras.



Sebagai jamur kayu, tiram biasanya tumbuh di atas media serbuk gergaji kayu tertentu. Ide menggunakan jerami untuk media tanam tiram terlintas ketika Adi pulang kerja melalui Soreang-Ciwidey.Di sana memang terdapat tumpukan jerami. Sarjana Pertanian alumnus Universitas Islam Nusantara itu yakin merang kaya serat dan selulosa seperti serbuk kayu. Ia menguji coba media tanam ‘baru’ itu dengan menanam bibit tiram di 100 baglog jerami. Hasilnya? Total produksi sebuah baglog berbobot 1,2 kg itu mencapai 275 g. Baglog itu berproduksi selama 6 bulan. Itu berarti produktivitas tiram bermedia jerami sama dengan tiram bermedia serbuk gergaji.

Tingkatkan laba

Selain memanfaatkan jerami baru, pekebun juga dapat menggunakan media bekas penanaman jamur merang. Caranya dengan menebar media itu di atas permukaan lantai untuk mengurangi kadar air. Kadar air berlebihan memicu tumbuhnya cendawan patogen. Setelah itu Adi menambahkan 15-25% serbuk gergaji dari total jumlah kompos, 2,5% bekatul, 1-1,5% kalsium karbonat atau kapur, 0,5% gips, dan 0,25% pupuk TS. Pemanfaatan ‘limbah’ jamur merang sebagai media jamur tiram itu menghasilkan produksi tinggi, 121 g/baglog.



Selain produktivitas tinggi, kelebihan penggunaan jerami antara lain diperoleh tanpa membayar sepeser pun. Sebab, jerami merupakan limbah yang biasanya teronggok di tepi sawah. Makanya, biaya yang dikeluarkan hanya ongkos pengangkutan yang sama dengan pengangkutan serbuk gergaji. Hasilnya, ‘Bisa menghemat 50% biaya produksi,’ kata ayah 2 anak itu. Jika media serbuk gergaji kayu membutuhkan biaya Rp700/baglog, jerami padi hanya Rp350/baglog.



Pengurangan biaya produksi sangat penting. Sebab, ada saatnya harga jual jamur tiram cenderung stagnan bahkan turun. Jika menjelang puasa dan lebaran jamur tiram mencapai Rp7.000-Rp8.000/kg; hari biasa harganya anjlok menjadi Rp5.000-Rp5.500. Media serbuk kayu komponen biaya tertinggi dalam produksi. Oleh karena itu, Adi rajin mencari dan menoba berbagai media alternatif. Melalui pencarian literatur di dunia maya, diketahui universitas di Korea Selatan telah menggunakan jerami padi sebagai media oyster mushroom itu. Hasil percobaan membuktikan media merang meningkatkan 100% produktivitas dibanding media serbuk gergaji. Karena tertarik, Adi langsung mengaplikasikannya. Pada saat yang sama, Adi juga membuat baglog bermedia jerami berbentuk mirip baglog konvensional.



Dua kilogram jerami dikomposkan terlebih dahulu selama tiga hari. Setelah itu dicampur dedak 250 g, kapur 200 g, dan dipadatkan dalam plastik baglog. Sayang, produktivitasnya hanya 121 g/baglog. Itu pun hanya bisa dipakai satu kali produksi. Sudah begitu, jerami yang dipadatkan punya banyak kelemahan. Dari segi teknologi, butuh alat pengempa agar padat. ‘Alatnya mirip pengempa batubara, berbeda dengan alat pengempa serbuk kayu,’ kata Adi. Di lain pihak, plastik yang digunakan mesti tebal agar tidak cepat bocor akibat penekanan. Selain itu, penumpukan jerami saat pengomposan menyebabkan serangga mudah hinggap dan meletakkan telur. Akibatnya, pertumbuhan jamur terhambat dan produktivitasnya rendah. Kelemahan lain, telat panen. Jika sistem konvensional pin head keluar setelah 15-17 hari dari masa inkubasi 30 hari. Jamur tiram dengan media jerami dipadatkan butuh waktu 30 hari pinhead keluar dari baglog.

Banyak media

Hasil penelusuran Trubus di dunia maya, penggunaan merang sebagai media jamur tiram telah diteliti Ruihong Zhang dari Biological and Agricultural Engineering Department, University of California, Amerika Serikat sejak 2001. Sejak itu, bermunculan penelitian penggunaan berbagai media pengganti serbuk gergaji. Media lain seperti daun pisang, tongkol jagung, klobot jagung, dan gabah padi diteliti Obodai Mcleland-Okine dari Food Research Institute, Ghana. Hasilnya, daun pisang, tongkol jagung, klobot jagung, dan gabah padi dapat memproduksi jamur tiram 111,5 g, 87,8 g, 49,5 g, dan 23,3 g sekali produksi. Masing-masing bahan bisa digunakan 2-3 kali per baglog.



Hasil itu memang kecil dibandingkan menggunakan serbuk gergaji yang mencapai 183,1 g dan jerami padi 151,8 g. Penyebabnya, jumlah lignoselulosa, lignin, dan serat pada serbuk gergaji dan merang lebih tinggi. Media tiram lain diteliti E Peker dari Faculty of Technical Education, Mugla University, Turki. Ia menggunakan media limbah kertas ditambah gambut, kotoran ayam, dan gabah. Campuran itu terbukti mempercepat pertumbuhan miselium, hanya 15,8 hari; serbuk gergaji mencapai 30,4 hari. Tudung pun diperoleh pada hari ke 21,4, dan sempurna setelah 25,6 hari dengan produktivitas 350,2 g. Menurut E Peker, besarnya tudung dan kecepatan tumbuh dipengaruhi tingginya nutrisi asal 20% gabah. Lain lagi hasil penelitian Raul J. H. Castro-Gomez dari Biotechnology Prog, Universidade Estadual de Londrina, Brazil. Penggunaan ampas tebu sebagai media jamur dapat mempercepat pertumbuhan jamur dibandingkan media lain. Penyebabnya, ampas tebu mengandung veratil alkohol yang menstimulasi peningkatan tumbuh jamur. Tanpanya, produktivitas turun 50% dan waktu 30% lebih panjang. ‘Hampir semua limbah pertanian berpotensi menjadi media jamur tiram,’ kata Adi Yuwono. Dengan begitu biaya produksi dapat ditekan dan melambungkan keuntungan petani.

Beternak Tokek

on Rabu, 23 Februari 2011

Cara Beternak Tokek

Jadi yang saya tulis ini menurut pengalaman saya selama setahun ini. Tujuannya yaitu MEMELIHARA. Bukan sistem seperti pengepul dalam jumlah besar. Kalao seperti itu cukup dibuatkan gudang dan taruh semua tokek disana, sudah selesai. Saya bilang seperti ini karena saya melihat dari para pengepul di Malang dan Purworejo. Sekali lagi saya minta maap untuk itu, bukan bermadsut meremehkan ataupun menyepelkan para pengepul tokek besar. Sudah bukan rahasia lagi jika sudah ada tokek yang dikeringkan lalu diexport. Karena jika dikeringakan tidak mempengarui berat ataupun ukuran. Menurut para pengepul yang saya tanya.
Sifat Tokek
1 Ini yang saya tau, tokek mempunyai tahan lapar, serta tahan cuaca.
Jadi kalo tokek gak diberi makan selama 1 minggu ato 2 minggu, itu gak masalah. Atopun dicuaca panas ato dingin itu juga gak masalah.
2. Sifat yang berikutnya tokek bersifat agak kanibal
Jadi jika dia kumpul jadi 1 kandang, dan merasa lapar,dia bersifat kanibal.
Dia mempunyai pedoman siapa yang kuat dia yang menang, jadi ada hukum rimba di sini. Jadi saran saya 1 kandang 1 tokek. Supaya tidak ada persaingan makanan.
3. Sifat yang berikutnya tokek gampang stres
Dan Karena tokek yang gampang stres, maka sekali diletakan dikandang, jangan dipindah pindah lagi baik tokek maupun kandangnya. Tujuannya supaya tokek tidak stres, akibatnya dia akan gak doyan makan. Sebenarya tokek mati, rata rata mengalami stres. Soalnya ketika saya pertama kali banyak yang mati.
4. Jadi peletakan kandang diusahakan cari tempat yang sesuai. Tempatnya usahakan di luar, kalo bisa dibawah pohon. Tujuanya supaya tetap merasa di alam.
5. Untuk adaptasi tokek dari ditangkap dan masuk kandang, biasanya tokek tidak mau makan selama 2 minggu ato bahkan lebih. Tapi jika kandang dibuat dari kayu, adaptasi akan menjadi lebih cepat. Jadi saya sarankan buat kandang dari kayu.
6. Berikutnya tujuan saya memisahkan per kandang yaitu supaya tokek tidak bertelur ato berkembang biak. Karena tujuan utama saya yaitu membesarkan bukan membudidayakan.
7. Untuk ukuran kandang bebas, syaratnya harus dari kayu, dan agak gelap. Madsutnya gelap semua tertutup kecuali pintu mengunakan kawat streamin. Dan usahakan max 2 ekor tokek dalam 1 kandang. Kalo ditempat saya menggunakan bekas lemari baju dari kayu, saya modif dengan pintu menggunakan kawat streamin.
8. Untuk makanan, saya sudah konsultasi dengan dokter hewan. Jadi belum ada obat ato vitamin yang bisa membesarkan binatang ini. Tapi dia memberi saran, bahwa serangga adalah makanan favorit tokek. Ini akan merangsang tokek menjadi lebih besar. Dalam hal ini saya menggunakan jangkrik sebagai makanan tokek. Jika ada temen2 yang tau ada obat atovitamin buat binatang ini
Sekali lagi hanya niat yang bisa membesarkan tokek tersebut. Dengan niat semua akan lebih enak menjalaninya.
Untuk kenaikan berapa ons atao berapa lama, itu tidak bisa diprediksi. Semua serba tergantung. Jadi tau dong jawabanya….
Demikian sedikit ilmu dan pengalaman yang saya punyai untuk dibagikan buat temen temen yang membutuhkan. Ini terinspirasi dari salah seorang yang meminta saya untuk membuat tulisan ini. Saya ucapkan terimakasih buat “seseorang “ ini. Saya ucapkan terimakasih….nuwun dan pamit.

Cara Beternak Tokek

Cara Mudah Beternak Tokek & Perawatannya :

Kandang :

* Pilih bahan dasar kandang yang terbuat dari kayu / kamar kosong, minimal luas kandang untuk beternak tokek 2Meter x 1Meter x 70 Cm.

*

* Bumbung Bambu, Sebagai tempat bertelur dan persembunyian tokek diatur dengan berbagai posisi atas, tengah dan bawah bila memungkinkan berikan plafon pada bagian atas, tokek akan mencari tempat bertelur pada tempat persembunyian yang ia merasa nyaman bila persembunyian atas terlalu panas maka tokek akan bertelur pada bambu bagian bawah dan sebaliknya bila persembunyaian bawah terlalu dingin tokek akan bersarang di bagian atas.

* Satu ekor betina tokek dapat bertelur 1 hingga 2 kali dalam 1 minggu, dengan sekali bertelur 1 betina tokek menghasilkan 2-3 butir telur, tempat bertelur tokek biasanya digunakan lebih dari 1 ekor betina sehingga secara bergantian betina-betina tokek akan bertelur pada tempat yang sama.
*


RAMUAN KHUSUS UNTUK MAKANAN TOKEK AGAR TOKEK SEHAT DAN ANTI STRESS

1. Bubuk Vitamin u/ anak ayam campur secukupnya dengan air dan berikan pada tempat jangkrik cukup 1 tutup botol aqua (bukan u/ tokek).
2. Akar dan daun Gingseng berikan pada tempat jangkrik (bukan u/ tokek).
3. Jangkrik yang telah memakan minuman vitamin + Akar dan daun Gingseng BERIKAN PADA TOKEK. Manfaat : Tokek akan bertelur lebih cepat dengan jumlah lebih banyak.

*


Cara Penjodohan Tokek

1. Ciri-ciri tokek Jantan : terdapat 2 gundukan / tonjolan bagian tubuh dibagian bawah pangkal ekor, warna cerah, tubuh berbintik kasar dan timbul, wajah garang dan bintik kuning tidak dominan.
2. Ciri-ciri tokek Betina : Tidak terdapat gundukan pada bagian bawah pangkal ekor, warna lebih dominan kuning, tubuh / bintik kulit terlihat rata / halus.
3. Cara Penjodohan sangat mudah masukkan tokek dengan berbagai warna dalam 1 kandang dimalam hari tokek akan memilih dengan sendirinya pasangan mereka.
4. Ciri-ciri tokek yang sudah jodoh: jenguk disiang hari ketika dalam 1 bambu terdapat 2 tokek maka jangan diganggu, khusus tokek yang berada sendirian dalam 1 bambu kita ambil agar tidak mengganggu tokek yang telah jodoh.
5. Tutup kandang tokek penjodohan menggunakan selambu warna gelap agar tidak terganggu sehingga tokek betina lebih cepat bertelur.

*

Penetasan Telur dengan Mesin Tetas

on Selasa, 22 Februari 2011

SEKILAS MENGENAI PENETASAN TELUR

Guna Mesin Tetas

Secara alamiah bangsa unggas yang salah satunya adalah ayam, akan mengerami telur telurnya bila sudah dirasa cukup baginya sebagai bagian dari memperbanyak keturunannya (species nya).
Mesin tetas tentunya memang diciptakan untuk mengambil alih tugas mengerami dari se-ekor induk ayam (atau bangsa unggas lainnya) dalam mengerami telur telur yang dibuahi dari hasil persilangan atau perkawinan dengan pejantan.

Mesin tetas tentunya memang diciptakan untuk mengambil alih tugas mengerami dari se-ekor induk ayam (atau bangsa unggas lainnya) dalam mengerami telur telur yang dibuahi dari hasil persilangan atau perkawinan dengan pejantan.

Hal ini mempunyai efek positif bila kita mengerti dan memahami prinsip prinsip pengggunaan dari mesin tetas sebagai pengganti pengeraman dari unggas tersebut terutama dalam skala ekonomis.

Dengan menggunakan mesin tetas, menjadikan induk terus menerus dapat menghasilkan telur, tanpa terpotong oleh masa mengerami selama 21 hari dan membesarkan anak anak ayam setidaknya untuk jangka waktu 30 – 45 hari berikutnya sebelum sang induk betina mulai bertelur kembali.

Beberapa Jenis Alat Tetas

Kami mengetahui ada cukup banyak jenis alat tetas atau mesin penetas telur yang dihasilkan oleh kreatifitas bangsa Indonesia sendiri.

Adapun beberapa alat tetas tersebut adalah :

1. Alat tetas dengan teknologi sekam dan sumber panas matahari
2. Mesin tetas Listrik dengan lampu bohlam sebagai alat pemanasnya
3. Mesin tetas dengan menggunakan lampu minyak
4. Mesin tetas dengan kawat nekelin
5. Mesin tetas dengan kombinasi beberapa hal diatas
6. Mesin tetas otomatis.

Mesin Tetas Yang dipakai


1. Mesin Tetas Otomatis dengan tipe GQF Hovabator Forced Air Incubator dengan automatic turner (pembalik telur otomatis) yang kami import langsung dari Moyers Chicks USA.
2. Mesin tetas telor kombinasi dengan sumber pemanas bohlam lampu dan lampu minyak dengan trade mark Cemani
3. Mesin tetas telur semi otomatik dengan sumber pemanas listrik / bohlam hasil kreasi kami sendiri dan telah kami pakai selama hampir 10 bulan sampai bulan September 2004 dengan hasil sangat memuaskan. Dan mesin ini menjadi andalan kami dalam menetaskan telur-telur ayam di GloryFarm. Sehingga kami namakan : GloryFarm Incubator

Selanjutnya, secara terpisah kami akan menerangkan tata cara penggunaan masing-masing sesuai dengan karakteristiknya sendiri sendiri. Seperti perlu diketahui, secara prinsip : memang semua mesin akan mengacu kepada standar yang telah diketahui baik melalui tulisan dibuku ataupun bendasarkan manual instruction (buku petunjuk) yang menyertai penjualan alat penetas telur tersebut.

Pada prakteknya, memang diharuskan ada beberapa pengesetan terhadap kondisi yang telah dituliskan di buku petunjuk, dan dalam tulisan kami ini, semuanya berdasarkan setting yang kami buat sendiri.

Perbeda ketinggian dari permukaan air laut , musim panas atau penghujan dan daerah (area / ruang) dimana mesin penetas telur tersebut di letakkan akan pengaruhnya terhadap pengesetan yang diperlukan agar tercapai hasil penetasan yang maksimal.

Mesin Penetas Telur Sederhana – Penetas Telur – Inkubator Homemade – Cara Membuat Inkubator Telur

Ketika Anda mempertimbangkan bagaimana membuat inkubator telur Anda harus mempertimbangkan semua hal yang inkubator yang harus dilakukannya. Berikut adalah daftar singkat dari peluru untuk dipertimbangkan ketika membuat inkubator telur.

-Kelembaban Control
inkubator buatan Anda harus mampu menjaga tingkat kelembaban stabil sesuai dengan spesies yang sedang Anda coba untuk menetas. Cara mudah untuk melakukannya dengan membangun dalam rencana untuk panci air untuk ditempatkan di bawah inkubator untuk meningkatkan kelembaban dan ventilasi atau lubang di inkubator untuk kelembaban yang lebih rendah sesuai kebutuhan.

-Turning Mekanisme
Jika Anda tidak dapat membangun mekanisme berubah secara otomatis ke dalam desain Anda Anda harus memastikan bahwa daerah tertutup tidak tertutup artinya dapat dibuka dengan mudah untuk mengakses telur cepat untuk mengaktifkan mereka tanpa signifikan perubahan panas atau kelembaban.

-Lantai
Dasar inkubator Anda perlu bahan yang mudah dilepas atau mudah dibersihkan. Selain itu lantai yang tidak boleh dibuat dari bahan tertentu karena mungkin akan beracun bagi spesies yang dibangkitkan. chip Cedar misalnya beracun untuk puyuh dan tidak boleh digunakan sebagai lantai.

Membuat Alat Penetas Telur Sederhana #1

Artikel kali ini menceritakan tentang percobaan pembuatan alat pengeram telur sangat sederhana. Kami memerlukan alat ini untuk mencoba menetaskan telur burung Merak hijau (Pavo muticus).

Alat pengeram/ penetas telur atau egg incubator bertenaga listrik ini cukup sederhana dan mudah dibuat. Namun kami juga belum tahu apakah inkubator ini sukses menetaskan telur atau tidak karena penetasan telur itu ternyata memiliki beberapa faktor yang menentukan. Namun setidaknya prinsip-prinsip dasar penetasan telur coba kami terapkan pada alat sederhana ini dengan harapan kami bisa mulai belajar mengenai soal penetasan telur.

Artikel ini sekadar sebagai dokumentasi kegiatan yang telah dilakukan. Ada beberapa kekurangan dalam disain yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian yang sedang mencari informasi pembuatan pengeram. Hati-hati bila anda ingin membuatnya karena perangkat ini terhubung langsung dengan jala-jala listrik rumah yang bila tersetrum tentu rasanya tidak menyenangkan:)

Selamat membaca.

Disain

Langkah awal seperti biasa adalah studi literatur, mengumpulkan beberapa contoh disain inkubator, prinsip penetasan dan ‘menengok’ alat yang dijual di sebuah toko unggas (poultry shop) di kota Bandung.
Di Internet banyak contohnya, mulai dari yang sangat sederhana hanya berupa kotak kardus sampai yang cukup canggih berkapasitas ratusan telur dan dilengkapi dengan pembalik telur otomatis. Ada artikel yang cukup komprehensif soal tetas menetas ini dari Glory Farm (hallo Glory Farm, artikel anda kami link disini ya, terima kasih atas tulisan yang bagus).

Sederhananya, sebuah alat inkubator telur akan terdiri dari:

1. Kotak inkubator
2. Pemanas (heater)
3. Kontrol temperatur (thermocontrol atau thermostat)
4. Penunjuk suhu (thermometer) dan penunjuk kelembaban
5. Rak untuk menyimpan telur

Alat penetas dual power (minyak tanah dan listrik) yang tersedia di toko lokal di Bandung berkapasitas 100 butir seharga Rp. 850.000 menggunakan thermocontrol sederhana. Berbentuk dua lempeng sensor panas (wafel) yang akan mengembang dan menekan saklar untuk memutus arus listrik. Mereka juga menjual sensor tersebut secara terpisah seharga Rp. 72.000. Kekurangan sensor wafel ini adalah tuning yang relatif lebih rumit, serta jangkauan suhu yang tidak bisa terlalu tinggi.

Untuk itu, kami tidak membutuhkan penetas dengan kapasitas besar. Kapasitas 5 telur pun sudah cukup. Sayangnya di pasaran lokal nampaknya tidak tersedia alat dengan kapasitas kecil. Sehingga kami memutuskan untuk mencoba membuatnya sendiri.

Parameter untuk telur peafowl yang kami dapatkan dari literatur internet beberapa hobiis di luar negeri adalah:

* Suhu inkubasi 99°F - 100°F atau sekitar 37.2°C - 37.8°C (dry bulb).
* Kelembaban pengeraman 60% atau 86°F - 87°F temperatur (wet bulb)
* Inkubasi 26 hari plus penetasan 2 - 3 hari.
* Pembalikan telur minimal 2x sehari.

Alat dan Bahan

1. Thermocontrol
Setelah menimbang-nimbang, kami memilih thermocontrol yang sedikit lebih canggih. Harganya memang lebih mahal, namun tentu terlihat lebih keren :) . Memiliki sensor termokopel terpisah dan dial potensiometer untuk tuning suhu yang diinginkan. Rentang suhu 2°C, dengan kemampuan sampai 110°C. Belakangan agak nyesel juga, buat apa suhu setinggi ini hehe. Di pasaran tersedia juga tipe yang memiliki kemampuan dial hanya 50°C. Rasanya yang ini lebih cocok karena tuning suhu akan lebih mudah. Tapi apa boleh buat, yang 110° sudah dibeli.

Dengan thermocontrol model ini kami dapat dengan mudah memindahkan dan men-set suhunya bila ingin digunakan pada peralatan lain, misalnya inkubator yogurt :) .
Selain itu di pasaran ada juga model digital dengan beragam fitur dengan harga yang lebih mahal.
Dial Knob Thermocontrol
From Alat Penetas Telur Sederhana
2. Elemen pemanas
Elemen pemanas digunakan untuk menaikkan suhu di dalam ruangan temperatur sampai suhu yang dikehendaki.
Ada beberapa alternatif murah yang bisa dibuat. Yang mudah adalah dengan menggunakan bohlam lampu. Perambatan panas dari pijar bola lampu akan menghangatkan ruangan. Kekurangannya adalah daya rambat panas yang cenderung lambat. Selain itu untuk kotak seperti yang kami buat, kami kesulitan menemukan bola lampu yang pas dayanya. Yang kami coba, 25 watt terlalu rendah (sekitar 34°C), 60 watt terlalu tinggi (± 41°C).

Untuk itu kami menggunakan elemen pemanas yang biasa digunakan pada kompor listrik. Elemen dengan daya maksimal 300 watt berbentuk spiral kecil yang bisa ditarik dan dirangkai ini murah meriah dan mampu merambatkan panas dengan cepat.
Elemen Pemanas
From Alat Penetas Telur Sederhana
3. Perkabelan, dudukan lampu, bohlam dan saklar
Lampu didalam inkubator rencananya kami gunakan selain sebagai penerang, juga untuk lebih mempertahankan suhu. Lampu ini terhubung dengan saklar tersendiri sehingga bisa dihidup matikan terpisah dengan elemen pemanas. Selain itu juga berfungsi sebagai backup manakala elemen pemanas putus. Berbagai peralatan kelistrikan ini untungnya tersedia di gudang sebagai sisa-sisa eksperimen yang lalu.
4. Kotak Inkubator
Kotak berukuran tinggi 50cm, lebar 24cm dan panjang 30cm dari bahan MDF ini merupakan kotak ex mainan anak yang kami temukan di gudang. Kami hanya menambahkan pintu dari bahan multiplex dan engselnya.
5. Alat kontrol Suhu dan Kelembaban
Thermometer sederhana dapat digunakan di dalam inkubator. Toko penyedia peralatan medis biasanya memiliki. Ada yang model air raksa/ mercury dilapis dengan papan multi (± Rp. 10.000) atau model batang (Rp. 12.500). Yang perlu diketahui thermometer yang biasa ini adalah alat untuk mengukur udara kering (dry bulb). Sedangkan untuk kelembaban kita juga harus memiliki thermometer untuk mengukur udara basah (wet bulb). Sayangnya kami belum menemukan thermometer wet bulb yang cukup ringkas untuk masuk dalam kotak inkubator kami.
Selain menggunakan wet bulb thermometer, pengukuran kelembaban bisa menggunakan hygrometer, namun sayangnya harganya lebih mahal. Penulis menemukan unit hygrometer yang cukup representatif harganya mencapai Rp. 200.000.
Kelembaban adalah faktor yang sangat penting bagi pertumbuhan embrio ayam, terutama saat menetas karena berhubungan dengan kondisi kering tidaknya kulit telur dan penguapan.
Yang harus diperhatikan adalah pengukuran dilakukan di berbagai sudut didalam inkubator, hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian "tuning".

Prinsip-prinsip dasar penetasan nampaknya sama untuk semua jenis telur.
Pada artikel berikutnya kami akan ceritakan skema dan cara merangkai alat-alat tersebut.

Penetas Telur Sederhana

Penetas telur ini pernah saya buat sekitar 18 tahun yg lalu. Dengan modal sepasang ayam kampung (1 jago dan 1 betina), dalam jangka waktu 2 bulan jumlah ayam menjadi 40 ekor. Jumlah akan semakin berlipat bila anak ayam betina sudah dapat bertelur juga (usia 3-4 bln). Bisa dibayangkan, dalam jangka waktu 6 bulan jumlahnya bisa menjadi ratusan (dengan asumsi menghasilkan minimal 20 telur/ bulan). Rata2 ayam kampung menghasilkan 8-14 butir per musim bertelur.

Triknya adalah telur2nya kita tetaskan sendiri, sehingga sang induk, setelah istirahat seminggu, kita kawinkan kembali, akan bertelur lagi. Sedikit banyaknya ayam yg dihasilkan tergantung dari jumlah telur yg dihasilkan sang induk.

Harus diingat bahwa telur yang tidak dibuahi oleh sang jago tidak akan menghasilkan apa2. Walaupun betinanya adalah petelur, tapi bertelurnya karena hasil rangsangan makanannya. Entah kalau anda adalah ahli rekayasa genetik, itu lain soal.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah ketekunan dan keikhlasan anda membolak balikkan telur 4-6 jam sekali selama 21 hari. Bila tidak sanggup, lebih baik jangan dilakukan.

Bahan inkubator:

- Triplex 6mm uk P: 40 cm L:30 T: 35 cm (ukuran tidak mutlak, atau menurut selera).

- Fitting lampu, bohlam 40w [atau menggunakan beberapa untai lampu natal (20 lampu di seri/untai, karena bohlammya 12v)]. Yang penting dapat memanaskan box hingga 37°C.

- Elektrik minifan ex komputer, trafo 9-12vct 0.5A, 2 bh diode in4001. Gunanya untuk meratakan sirkulasi panas didalam box. Bila dg 12v terlalu kencang, pakailah yg 9v.

- Busa/spon, atau bahan yg mencegah panas keluar dari box

- Termometer ruangan. Harganya sekitar Rp 15.000 an (dahulu, entah sekarang)

- Sterofoam (tempat telur) tebal 10mm. Lubangi ¼ dari diameter telur, yang penting telur dpt berdiri tegak. Banyaknya lubang terserah anda, tapi minimal tersedia 15 lubang.

- wadah air. Bisa kaleng atau ex botol plastik air mineral atau mangkuk kecil. Agar udara selalu lembab.

- Solder (untuk membentuk lubang tempat telur berdiri). Atau kalau rajin boleh pakai cutter.

- Lem aibon. Gunanya untuk merekatkan busa/spon kedinding dalam box.

mini-fan-pc trafo

box-ayam box-ayam-dpn1

- Bila mulai bertelur, jangan diambil dulu. Biarkan sampai si betina terbiasa dengan tempat eramannya. Setelah terdapat beberapa telur ambillah, tapi sisakan satu atau dua butir, agar si betina tidak bingung. Khusus untuk betina yang baru pertama kali bertelur, telur perdananya (disebut juga sebagai telur ayam dara, cirinya masih terdapat darah) lebih baik untuk dikonsumsi saja (atau dijual lebih mahal dari yang lain, karena (katanya) banyak khasiatnya. Entah untuk panglaris, tolak bala, atau pengobatan). Bila sudah tidak lagi bertelur barulah ambil semuanya.

19telur_08-09-09 11-09-09_menetas1 5anak

Cara Membuat MEsin Tetas Telur Sendiri

Mesin Tetas Ayam

.....Usaha peternakan unggas (ayam dan itik) merupakan jenis usaha yang cukup menjanjikan. Hal ini didasari oleh jumlah permintaan produk hewani asal unggas baik telur maupun daging tiap tahun makin meningkat. Sebagai contoh di Kotamadya Kendari pada tahun 2002 permintaan ayam buras berkisar 500 – 600 ekor per minggu, sementara baru tepenuhi 300 – 400 ekor per minggu (Anonim, 2002).

.....Dilihat dari data permintaan tersebut prospek usaha agribisnis unggas yang salah satunya adalah ayam buras cukup potensial. Keunggulan lain usaha agribisnis unggas adalah tidak mutlak memerlukan biaya yang besar, tergantung dari kemampuan peternak yang korelasinya dengan skala pemilikan. Selain itu jenis ternak ini telah lama dikenal masyarakat sehingga teknik budidayanya tidak terlalu rumit. Dalam upaya memacu usaha peternakan unggas perlu adanya sentuhan teknologi tepat dan mudah diterapkan oleh peternak.

.....Dari sisi ketersediaan bibit, teknologi penetasan telur buatan dengan penggunaan mesin tetas telur sangat cocok diterapkan. Keunggulan teknologi ini adalah menghilangkan periode mengeram pada induk sehingga induk mampu menghasilkan telur lebih banyak selama hidupnya, selain itu anak ayam dapat di produksi dalam jumlah yang besar pada waktu yang bersamaan. Prinsip kerja dari mesin tetas ini adalah menciptakan situasi dan kondisi yang sama pada saat telur dierami oleh induk. Kondisi yang perlu diperhatikan adalah suhu dan kelembaban. Suhu optimal adalah 38,8o C atau 101o F.

.....Kondisi suhu tersebut dapat direkayasa dengan penggunaan sumber panas listrik maupun lampu minyak dan untuk kelembaban optimal digunakan air yang ditempatkan dalam mesin tetas. Mesin tetas dibedakan atas dasar sumber panas yang digunakan.
.......Pertama, mesin tetas elektrik dengan menggunakan listrik yang dihubungkan dengan .........lampu pijar sebagai sumber panas.
.......Kedua, mesin tetas yang menggunakan sumber panas lampu minyak yang dihubungkan .........dengan silinder yang terbuat dari seng plat sebagai sumber panas.
.......Ketiga, mesin tetas kombinasi yaitu gabungan dari sumber panas yang berbeda (listrik .........dan lampu minyak), jenis mesin tetas ini sangat efektif pada daerah yang sering mengalami .........pemadaman lampu, sehingga pada saat lampu padam maka digunakan lampu minyak .........sebagai sumber panas.

.....Model mesin tetas telur ini dapat diperoleh di toko poultry shop atau membuat sendiri dengan bahan yang mudah dan tersedia di tempat. Besarnya mesin tetas telur yang digunakan disesuaikan dengan kapasitas telur yang akan ditetaskan seperti ; 200 butir, 400 butir dan 600 butir.
.....Bahan – Bahan yang Digunakan Pembuatan mesin tetas disesuaikan dengan kondisi sumber panas yang tersedia. Pada tempat yang belum ada listrik bisa dibuat mesin tetas dengan menggunakan lampu minyak sedangkan daerah yang tersedia listrik bisa dibuat mesin tetas telur elektrik atau mesin tetas kombinasi.

Bahan-bahan yang digunakan antara lain :
1.Kayu kaso 4 x 5 cm sebagai rangka mesin
2.Tripleks melamin, kaca dan engsel
3.Kawat ram (tempat peletakan telur)
4.Paku dan seng plat
5.Nampan air dan thermometer
6.Alat pengatur suhu (thermoregulator)
7.Lampu pijar dan lampu minyak

Cara Pengoperasian Mesin Tetas Telur

A. PersiapanSebelum digunakan,
...........mesin tetas harus dibersihkan dahulu dari mikroorganisma pengganggu dengan jalan .....penyemprotan bahan pembunuh kuman / desinfektan.
.......- Pemanas dihidupkan.24 jam sebelum telur dimasukan ke dalam mesin tetas,
.......- Telur dibersihkan dengan menggunakan lap basah hangat dan tiriskan.
.......- Suhu mesin tetas harus konstan, diusahakan 38,8o C atau 101o F.
.......- Nampan air diisi air secukupnya (tidak sampai penuh), penggunaan air ini untuk menjaga ..........kelembaban mesin tetas, untuk itu selama penetasan harus diperhatikan stabilitas volume ..........air.
.......- Setelah telur bersih dan kering, telur diberi tanda pada kedua belah sisi dengan spidol atau .........alat tulis lain, misal ; huruf A dan B di kedua belah sisi.
.........Pemberian tanda ini berguna untuk memudahkan dalam pemutaran telur agar lebih .........merata.Telur yang sudah ditandai dimasukan secara perlahan ke dalam mesin tetas dengan .........posisi tanda seragam. Tutuplah mesin tetas setelah semua telur dimasukan.

B. Operasional PenetasanSetelah 48 jam telur dalam mesin tetas,
........ mulai dilakukan pemutaran telur setiap pagi dan sore.Pemutaran telur dilakukan sampai hari ke 18.Pemeriksaan telur sebaiknya dilakukan 2 kali, yaitu pada hari ke 7 dan hari ke 18.
.....- Telur yang bertunas (tanda telur hidup) tampak terang dan tidak terdapat bintik-bintik .........merahTelur yang bertunas ditandai dengan adanya titik merah di bagian petengahan, .........ukurannya kira-kira sebesar biji kacang hijau dan tampak bergerak.
.....- Apabila titik merah tersebut tidak bergerak pertanda embrio dalam telur mati, maka telur ........yang mati tersebut harus dibuang agar telur tidak membusuk dalam mesin.
.....- Telur akan memenetas pada hari ke 20 atau 21.Anak ayam yang keluar dari telur dibiarkan ........dahulu dalam mesin selama kurang lebih 24 jam, sampai bulu anak ayam kering dan kondisi ........anak ayam normal.
.....- Setelah kering dan normal, anak ayam bisa dikeluarkan dari mesin tetas.

Cara Membuat Mesin Tetas Telur

Dengan banyaknya permintaan dari para penghobi, akademisi maupun praktisi perunggasan untuk mesin tetas telur dengan kapasitas kecil. Hal ini akhirnya mendorong kami meluangkan sedikit waktu untuk merancang sebuah mesin tetas yang sederhana tapi mempunyai kualitas yang mendekati sempurna dengan harga yang masih terjangkau.

CUF-30 dan CUF - 60 merupakan mesin tetas yang sangat membantu dan mudah digunakan. Dengan hanya dibutuhkan sedikit pengalaman dan mencoba, mesin ini cukup handal dalam penggunaannya sebagai penetas telur. Mesin penetas kecil ini kami rancang dengan memperhitungkan sudut penyinaran dan intensitas cahaya yang tepat, dengan dilengkapi thermostat yang berkualitas sehingga mampu mengatur suhu penetasan yang stabil. CUF-30 dan CUF-60 ini termasuk dalam tipe still air atau pemanasan yang terjadi di dalam ruang incubator akibat perambatan panas dari lampu pijar pada bagian atas dan bawah.

Mengapa CUF-30 dan CUF-60 lebih mahal daripada mesin tetas pada umumnya?. CUF-30 dan CUF-60 dirancang oleh para profesional yang sangat berkompeten pada bidangnya. Dengan perhitungan perambatan panas yang tepat , pada mesin tetas ini bisa diperoleh suhu dalam ruang mesin tetas yang merata. Sehingga dengan konsumsi energi yang minimal bisa diperoleh hasil yang maksimal. Oleh karena itu kami menghargai CUF-30 dan CUF-60 ini sebagai sebuah karya bukan sekedar menjual barang atau jasa.

Mesin tetas ini sangat cocok digunakan oleh peternak pemula maupun penghobi ayam yang belajar menetaskan telur, karena CUF-30 dan CUF-60 cukup user friendly (mudah digunakan). Memiliki tingkat keberhasilan penetasan yang tinggi. Dapat digunakan untuk menetaskan telur ayam kampung, telur puyuh, itik, ayam arab, ayam serama, ayam nagadori dan jenis unggas lainya.

Read more: http://centralunggas.blogspot.com/2009/07/cara-membuat-mesin-tetas-telur.html#ixzz1EgQA8TrU

Kecam PSSI, Demonstran Semarang Injak-Injak Foto Nurdin

on Senin, 21 Februari 2011

Semarang - Puluhan orang dari beberapa elemen mengecam pencalonan kembali Nurdin Halid sebagai Ketum PSSI. Mereka menginjak-injak foto orang nomor satu PSSI yang pernah menjadi narapidana tersebut.

Aksi digelar mulai pukul 11.20 WIB di Bundaran Air Mancur Semarang, Jl. Pahlawan, Selasa (22/2/2011). Mereka berasal dari Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan Indonesia, Komunitas Pecinta Bola (KPB), dan Gerakan Pemuda Nusantara (GPN).

Massa membawa spanduk bertuliskan "Pecat Nurdin Halid!", dan poster-poster berisi kecaman terhadap Nurdin dan PSSI. Di sela aksinya, sebagian peserta aksi marah sambil menginjak-injak foto Nurdin Halid.

"Dasar diktator! Nggak punya malu!" teriak mereka.

"Mantan napi kok nyalon PSSI!" imbuh mereka sambil terus menginjak poster yang berisi foto Nurdin.

Meski mengusung isu yang sama, sasaran aksi mereka berbeda. Usai melampiaskan kecamannya, massa FKPPI geser ke Stadion Citarum Semarang. Sementara, KPB dan GPN menuju kantor DPRD.

Polisi mengawal aksi tersebut. Sebagian mengikuti massa FKPPI dengan kendaraan, sisanya ikut long march ke kantor DPRD.

Mengenal Berbagai Macam Mesin Penetas Telur

on Minggu, 20 Februari 2011

Bidang usaha di bidang penetasan telur merupakan peluang usaha yang cukup terbuka, baik itu telur ayam, telur itik, telur puyuh dan telur unggas lainnya. Permintaan pasar akan daging dan telur unggas tersebut seolah tidak pernah menurun. Wajar jika bisnis ini menjanjikan keuntungan yang lumayan. Penetasan telur yang sudah banyak dilakukan masyarakat adalah dengan cara alami dengan memanfaatkan unggas. Akan tetapi pada usaha budi daya modern telah menggunakan Mesin Penetas Telur. Majanemen penetasan yang baik didukung mesin penetas yang berkualitas akan mendukung kesuksesan bisnis ini. Modal usaha untuk bisnis ini juga bisa disesuaikan dengan kemampuan. Tidak hanya untuk kepentingan bisnis saja, penetasan telur juga dilakukan oleh para hobis unggas baik unggas biasa maupun unggas hias seperti ayam mutiara, burung perkutut dan lain-lain. Menetaskan telur dengan cara alami menggunakan induk hewan merupakan cara yang mudah dan relatif tidak memerlukan keahlian khusus. Tetapi menetaskan telur dengan mesin penetas memerlukan sedikit pemahaman dari mulai pengenalan mesin, operasional mesin penetas hingga manajemen penetasan. Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai pengenalan mesin penetas sebagai bahan pertimbangan dalam usaha Penetasan Telur.

Menetaskan telur dengan mesin penetas biasanya dilakukan oleh peternak dengan pertimbangan memberi kesempatan kepada induk unggas untuk bertelur lebih banyak tanpa dibebani tugas mengeram, selain itu dengan mesin tetas dapat dilakukan penetasan telur dalam jumlah banyak pada satu waktu. Usaha penetasan telur ini dapat dilakukan sebagai usaha sambilan maupun usaha pokok dalam skala besar maupun Usaha Kecil Menengah (UKM). Untuk tujuan bisnis usaha penetasan telur dengan mesin penetas adalah mendapatkan bibit unggas dengan prosentase tetas tinggi dan berkualitas unggul. Biasanya penetasan telur skala besar dilakukan oleh farm yang sudah memiliki mesin penetas modern dengan beberapa perlengkapan. Jika ingin serius menekuni bisnis ini diperlukan analisis usaha penetasan telur dan pemilihan mesin penetas secara cermat. Salah satu analisis usaha penetasan telur adalah memperhatikan beberapa aspek antara lain bibit yang baik dan mesin tetas yang baik. Mesin penetas yang baik adalah yang mampu memiliki prosentase penetasan tinggi, efisien daya dan mudah dioperasikan. Ini memerlukan pemahaman tentang seluk beluk mesin penetas.
Hal-hal yang perlu menjadi pertimbangan dalam memilih mesin Penetas Telur

Ada beberapa hal dan perlengkapan mesin penetas yang perlu diketahui sebelum memulai usaha penetasan telur sebagai berikut:
Bahan Mesin Penetas

Pada prinsipnya mesin tetas dapat dibuat sendiri maupun dapat membeli produk yang sudah jadi. Membuat sendiri mungkin bisa menghemat biaya , tetapi masalah kualitas dan daya tetas masih perlu diuji. Jika memilih membeli maka pilihlah mesin tetas yang sudah teruji kualitasnya, ada baiknya bertanya dan berbagi pengalaman dengan orang lain yang sudah menekuni usaha ini. Bahan yang dipergunakan untuk membuat mesin tetas adalah bahan yang mampu menahan panas yang cukup lama dan tidak mudah terpengaruh cuaca di luar ruangan, biasanya dipilih bahan Multiplex dan kayu. Selain itu dipilih bahan yang tidak mudah berubah karena perubahan suhu udara. Kayu-kayu jenis tertentu akan melengkung jika suhu berubah sehingga menjadi tidak rapat.
Kapasitas Dan Daya Mesin Penetas

Kapasitas mesin penetas perlu disesuaikan dengan kebutuhan penetasan, kapasitas mesin tetas untuk keperluan penetasan biasanya tersedia dari mulai kapasitas sekitar 40 butir telur sampai ribuan. Semakin besar kapasitas telur yang dapat ditetaskan semakin besar daya listrik yang diperlukan. Jika kebutuhan penetasan hanya kecil tidak perlu membeli mesin penetas yang berukuran besar karena boros daya. Sumber Daya biasanya bersumber dari bolam lampu listrik yang dilengkapi dengan cerobong untuk penempatan cadangan lampu minyak. Perhatikan juga letak sumber lampu, lebih baik lampu dengan daya kecil tetapi merata dibandingkan dengan lampu berdaya besar tetapi terkumpul dalam satu tempat. Hal ini menyebabkan panas tidak merata di seluruh ruangan, ada bagian ruangan yang terlalu panas dan ada yang kurang panas. Hal ini tidak baik bagi kualitas penetasan. Mesin penetas yang baik adalah yang memiliki pemyebaran panas yang merata. Pada mesin penetas besar dan bagus dilengkapi dengan semacam blower untuk meratakan panas.
Pengatur Panas Dan Rak Telur

Suhu ruangan dalam mesin tetas diupayakan selalu stabil dan tidak terpengaruh oleh udara luar,sekitar 37-38 derajat Celcius. Untuk memastikan hal tersebut diperlukan termometer ruangan sebagai pengukur suhu dan thermostat untuk mengontrol suhu ruangan. Thermostat sederhana menggunakan cairan yang dikemas dalam bentuk kapsul, jika panas maka kapsul akan mengembang dan menekan mikroswitch untuk mematikan lampu, jika sudah dingin akan mengempis sehingga mikroswitch akan bebas dan lampu menyala kembali. Setting thermostat jenis ini dilakukan dengan cara manual dengan mengatur jarak antara kapsul dan mikroswitch. Thermostat modern menggunakan sensor suhu yang sudah di setting sebelumnya. Selain itu Mesin penetas dilengkapi dengan Termometer untuk mengukur suhu ruangan. Biasanya sudah include saat membeli mesin tetas.
Kapsul Regulator Pada Mesin Penetas Biasa

Kapsul Regulator Pada Mesin Penetas Telur Biasa

Rak telur merupakan tempat untuk meletakkan telur-telur dalam ruang Mesin penetas telur , rak telur yang baik tidak boleh terlalu rapat agar sirkulasi udara baik dan menjamin telur tidak mudah menggelinding dan bergerak. Selain itu rak telur harus bisa ditarik keluar agar mudah pada saat membalik telur, membersihkan dan mengangin-anginkan telur.

Untuk menjamin kelembaban udara dalam ruang Mesin Penetas Telur/ inkubator diperlukan bak air dan Hygrometer untuk mengukur kelembaban udara. Bak air diperlukan untuk menambah kelembaban udara dalam ruangan, pada penetasan telur itik diperlukan kelembaban udara yang cukup tingi. Hygrometer biasanya bersifat optional dan jarang include dengan mesin tetas karena harganya cukup mahal.

HYGRO-CONTROL Koleksi Glory Farm

Model Pemutaran Telur

Salah satu faktor penting dalam kesuksesan usaha penetasan telur adalah pemutaran atau membolak-balik telur. Frekuensi pemutaran telur sangat menentukan daya tetas telur, minimal dalam sehari dilakukan pemutaran telur dua kali. Idealnya dalam sehari dilakukan enam kali . Ada beberapa berapa jenis mesin penetas bersadarkan model pemutaran telur:

* Cara Manual, dilakukan dengan membalik telur satu persatu dengan membuka ruangan inkubator. Untuk jumah telur yang banyak sangat tidak efektif dan memerlukan tenaga yang besar. Biasanya dilakukan pada mesin-mesin penetas sederhana untuk hobis.

Mesin Penetas Manual Koleksi Glory Farm

Mesin Penetas Manual Koleksi Glory Farm

* Cara Semi Otomatis, dilengkapi dengan semacam tuas pemutar di luar mesin penetas. Untuk membalik tidak perlu membuka ruangan inkubator cukup dengan memutar tuas. Rak Telur biasanya didesain sedemikian rupa agar saat diputar tidak terjatuh. Cara ini relatif lebih baik dibandingkan dengan cara manual.

* Cara Otomatis, Mesin penetas dilengkapi dengan Timer dan desain yang memungkinkan telur-telur dapat diputar secara otomatis berdasarkan timer yang sudah di setting sebelumnya. Dengan Mesin Penetas model ini akan mengurangi tenaga manusia secara significant dalam proses pembalikan telur. Frekuensi pembalikan dapat lebih terjamin sesuai dengan frekuensi ideal. Dengan model otomatis daya tetas juga semakin tinggi.

Mesin Penetas Full Otomatis Koleksi Glory Farm

Mesin Penetas Full Otomatis Koleksi Glory Farm

Faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan adalah ketelitian kita menganalisa setiap face perkembangan telur-telur dari mulai dimasukkan saampai menetas.

Cara Membuat Mesin Tetas Telur Sendiri

on Selasa, 25 Januari 2011

Mesin Tetas Ayam
Usaha peternakan unggas (ayam dan itik) merupakan jenis usaha yang cukup menjanjikan. Hal ini didasari oleh jumlah permintaan produk hewani asal unggas baik telur maupun daging tiap tahun makin meningkat. Sebagai contoh di Kotamadya Kendari pada tahun 2002 permintaan ayam buras berkisar 500 – 600 ekor per minggu, sementara baru tepenuhi 300 – 400 ekor per minggu (Anonim, 2002).
Dilihat dari data permintaan tersebut prospek usaha agribisnis unggas yang salah satunya adalah ayam buras cukup potensial. Keunggulan lain usaha agribisnis unggas adalah tidak mutlak memerlukan biaya yang besar, tergantung dari kemampuan peternak yang korelasinya dengan skala pemilikan. Selain itu jenis ternak ini telah lama dikenal masyarakat sehingga teknik budidayanya tidak terlalu rumit. Dalam upaya memacu usaha peternakan unggas perlu adanya sentuhan teknologi tepat dan mudah diterapkan oleh peternak. Dari sisi ketersediaan bibit, teknologi penetasan telur buatan dengan penggunaan mesin tetas telur sangat cocok diterapkan. Keunggulan teknologi ini adalah menghilangkan periode mengeram pada induk sehingga induk mampu menghasilkan telur lebih banyak selama hidupnya, selain itu anak ayam dapat di produksi dalam jumlah yang besar pada waktu yang bersamaan. Prinsip kerja dari mesin tetas ini adalah menciptakan situasi dan kondisi yang sama pada saat telur dierami oleh induk. Kondisi yang perlu diperhatikan adalah suhu dan kelembaban. Suhu optimal adalah 38,8o C atau 101o F. Kondisi suhu tersebut dapat direkayasa dengan penggunaan sumber panas listrik maupun lampu minyak dan untuk kelembaban optimal digunakan air yang ditempatkan dalam mesin tetas. Mesin tetas dibedakan atas dasar sumber panas yang digunakan. Pertama, mesin tetas elektrik dengan menggunakan listrik yang dihubungkan dengan lampu pijar sebagai sumber panas. Kedua, mesin tetas yang menggunakan sumber panas lampu minyak yang dihubungkan dengan silinder yang terbuat dari seng plat sebagai sumber panas. Ketiga, mesin tetas kombinasi yaitu gabungan dari sumber panas yang berbeda (listrik dan lampu minyak), jenis mesin tetas ini sangat efektif pada daerah yang sering mengalami pemadaman lampu, sehingga pada saat lampu padam maka digunakan lampu minyak sebagai sumber panas. Model mesin tetas telur ini dapat diperoleh di toko poultry shop atau membuat sendiri dengan bahan yang mudah dan tersedia di tempat. Besarnya mesin tetas telur yang digunakan disesuaikan dengan kapasitas telur yang akan ditetaskan seperti ; 200 butir, 400 butir dan 600 butir. II. Bahan – Bahan yang Digunakan Pembuatan mesin tetas disesuaikan dengan kondisi sumber panas yang tersedia. Pada tempat yang belum ada listrik bisa dibuat mesin tetas dengan menggunakan lampu minyak sedangkan daerah yang tersedia listrik bisa dibuat mesin tetas telur elektrik atau mesin tetas kombinasi.
Bahan-bahan yang digunakan antara lain :
1.Kayu kaso 4 x 5 cm sebagai rangka mesin
2.Tripleks melamin, kaca dan engsel
3.Kawat ram (tempat peletakan telur)
4.Paku dan seng plat
5.Nampan air dan thermometer
6.Alat pengatur suhu (thermoregulator)
7.Lampu pijar dan lampu minyak

Cara Pengoperasian Mesin Tetas Telur



A. PersiapanSebelum digunakan,
mesin tetas harus dibersihkan dahulu dari mikroorganisma pengganggu dengan jalan penyemprotan bahan pembunuh kuman / desinfektan.
- Pemanas dihidupkan.24 jam sebelum telur dimasukan ke dalam mesin tetas,
- Telur dibersihkan dengan menggunakan lap basah hangat dan tiriskan.
- Suhu mesin tetas harus konstan, diusahakan 38,8o C atau 101o F.
- Nampan air diisi air secukupnya (tidak sampai penuh), penggunaan air ini untuk menjaga kelembaban mesin tetas, untuk itu selama penetasan harus diperhatikan stabilitas volume air.
- Setelah telur bersih dan kering, telur diberi tanda pada kedua belah sisi dengan spidol atau alat tulis lain, misal ; huruf A dan B di kedua belah sisi.
Pemberian tanda ini berguna untuk memudahkan dalam pemutaran telur agar lebih merata.Telur yang sudah ditandai dimasukan secara perlahan ke dalam mesin tetas dengan posisi tanda seragam. Tutuplah mesin tetas setelah semua telur dimasukan.

B. Operasional PenetasanSetelah 48 jam telur dalam mesin tetas,
- mulai dilakukan pemutaran telur setiap pagi dan sore.Pemutaran telur dilakukan sampai hari ke 18.Pemeriksaan telur sebaiknya dilakukan 2 kali, yaitu pada hari ke 7 dan hari ke 18.
- Telur yang bertunas (tanda telur hidup) tampak terang dan tidak terdapat bintik-bintik merahTelur yang bertunas ditandai dengan adanya titik merah di bagian petengahan, ukurannya kira-kira sebesar biji kacang hijau dan tampak bergerak.
- Apabila titik merah tersebut tidak bergerak pertanda embrio dalam telur mati, maka telur yang mati tersebut harus dibuang agar telur tidak membusuk dalam mesin.
- Telur akan memenetas pada hari ke 20 atau 21.Anak ayam yang keluar dari telur dibiarkan dahulu dalam mesin selama kurang lebih 24 jam, sampai bulu anak ayam kering dan kondisi anak ayam normal.
- Setelah kering dan normal, anak ayam bisa dikeluarkan dari mesin tetas.

CARA BETERNAK TOKEK

Jadi yang saya tulis ini menurut pengalaman saya selama setahun ini. Tujuannya yaitu MEMELIHARA. Bukan sistem seperti pengepul dalam jumlah besar. Kalao seperti itu cukup dibuatkan gudang dan taruh semua tokek disana, sudah selesai. Saya bilang seperti ini karena saya melihat dari para pengepul di Malang dan Purworejo. Sekali lagi saya minta maap untuk itu, bukan bermadsut meremehkan ataupun menyepelkan para pengepul tokek besar. Sudah bukan rahasia lagi jika sudah ada tokek yang dikeringkan lalu diexport. Karena jika dikeringakan tidak mempengarui berat ataupun ukuran. Menurut para pengepul yang saya tanya.
Sifat Tokek
1 Ini yang saya tau, tokek mempunyai tahan lapar, serta tahan cuaca.
Jadi kalo tokek gak diberi makan selama 1 minggu ato 2 minggu, itu gak masalah. Atopun dicuaca panas ato dingin itu juga gak masalah.
2. Sifat yang berikutnya tokek bersifat agak kanibal
Jadi jika dia kumpul jadi 1 kandang, dan merasa lapar,dia bersifat kanibal.
Dia mempunyai pedoman siapa yang kuat dia yang menang, jadi ada hukum rimba di sini. Jadi saran saya 1 kandang 1 tokek. Supaya tidak ada persaingan makanan.
3. Sifat yang berikutnya tokek gampang stres
Dan Karena tokek yang gampang stres, maka sekali diletakan dikandang, jangan dipindah pindah lagi baik tokek maupun kandangnya. Tujuannya supaya tokektidak stres, akibatnya dia akan gak doyan makan. Sebenarya tokek mati, rata rata mengalami stres. Soalnya ketika saya pertama kali banyak yang mati.
4. Jadi peletakan kandang diusahakan cari tempat yang sesuai. Tempatnya usahakan di luar, kalo bisa dibawah pohon. Tujuanya supaya tetap merasa di alam.
5. Untuk adaptasi tokek dari ditangkap dan masuk kandang, biasanya tokek tidak mau makan selama 2 minggu ato bahkan lebih. Tapi jika kandang dibuat dari kayu, adaptasi akan menjadi lebih cepat. Jadi saya sarankan buat kandang dari kayu.
6. Berikutnya tujuan saya memisahkan per kandang yaitu supaya tokek tidak bertelur ato berkembang biak. Karena tujuan utama saya yaitu membesarkan bukan membudidayakan.
7. Untuk ukuran kandang bebas, syaratnya harus dari kayu, dan agak gelap. Madsutnya gelap semua tertutup kecuali pintu mengunakan kawat streamin. Dan usahakan max 2 ekor tokek dalam 1 kandang. Kalo ditempat saya menggunakan bekas lemari baju dari kayu, saya modif dengan pintu menggunakan kawat streamin.
8. Untuk makanan, saya sudah konsultasi dengan dokter hewan. Jadi belum ada obat ato vitamin yang bisa membesarkan binatang ini. Tapi dia memberi saran, bahwa serangga adalah makanan favorit tokek. Ini akan merangsang tokekmenjadi lebih besar. Dalam hal ini saya menggunakan jangkrik sebagai makanantokek. Jika ada temen2 yang tau ada obat ato vitamin buat binatang ini
Sekali lagi hanya niat yang bisa membesarkan tokek tersebut. Dengan niat semua akan lebih enak menjalaninya.
Untuk kenaikan berapa ons atao berapa lama, itu tidak bisa diprediksi. Semua serba tergantung. Jadi tau dong jawabanya….
Demikian sedikit ilmu dan pengalaman yang saya punyai untuk dibagikan buat temen temen yang membutuhkan. Ini terinspirasi dari salah seorang yang meminta saya untuk membuat tulisan ini. Saya ucapkan terimakasih buat “seseorang “ ini. Saya ucapkan terimakasih….nuwun dan pamit.
Kalo ada yang kurang jelas silahkan


artikel bagus nich keren keren hehehehE kalo ada yang mau coba silahkan.saya sendiri juga lagi mencobanya heheheh

PENYAKIT PADA AYAM

PENYAKIT ND


ND merupakan masalah besar dan momok bagi dunia peternakan, karena penyakit ini dapat menimbulkan angka kematian yang sangat tinggi (mencapai 100%) dan waktu penyebarannya yang sangat cepat, baik pada ayam ras, ayam buras maupun jenis unggas lainnya. Menurut para ahli, penyakit ini dapat menular pada manusia dengan gejala klinis conjunctivitis (radang konjunctiva mata) walaupun kasusnya sangat jarang dijumpai. Sedangkan pada unggas dan burung liar lainnya dengan gejala klinis berupa gejala syaraf, gejala pernafasan dan gejala pencernaan. Penyebab dan Kejadiannya Penyakit ND disebabkanoleh virus dari famili Paramyxoviridae dengan genus Pneumovirus atau Paramyxovirus, dimana virus ini dapat menghemaglutinasi darah. Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh Doyle pada tahun 1926 didaerah Newcastle Inggris dan pada tahun yang sama Kraneveld menemukan virus penyakit ini di Bogor. Kejadian penyakit ini ditemukan di seluruh dunia, dimana menyerang seluruh jenis unggas termasuk burung liar. Virus penyakit ini dapat ditemukan pada organ-organ seperti alat pernafasan, syaraf dan pencernaan. Penyebaran Penyebaran penyakit ini biasanya melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit dan kotorannya, melalui ransum, air minum, kandang, tempat ransum/minum, peralatan lainnya yang tercemar oleh kuman penyakit, melalui pengunjung, serangga, burung liar dan angin/udara (dapat mencapai radius 5 km). Virus ND ditemukan dalam jumlah tinggi selama masa inkubasi sampai masa kesembuhan. Virus ini terdapat pada udara yang keluar dari pernafasan ayam, kotoran, telur-telur yang diproduksi selama gejala klinis dan dalam karkas selama infeksi akut sampai kematian. Gejala Klinis Gejala penyakit ini dapat diamati melalui gejala pernafasan seperti bersin-bersin, batuk, sukar bernafas, megap-megap dan ngorok; gejala syaraf berupa sayap terkulai, kaki lumpuh (jalan terseret), jalan mundur (sempoyongan) serta kepala dan leher terpuntir (torticoles) yang merupakan gejala khas penyakit ini. Kemudian gejala pencernaan meliputi diare berwarna hijau, jaringan sekitar mata dan leher bengkak, pada ayam petelur produksinya berhenti, kalau sudah sembuh kualitas telurnya jelek, warna abnormal, bentuk dan permukaannya abnormal dan putih telurnya encer. Hal ini disebabkan oleh karena organ reproduksinya tidak dapat normal kembali. Umumnya kematian anak ayam dan ayam muda lebih tinggi dibandingkan ayam tua. Bedah Bangkai Untuk lebih meyakinkan bahwa suatu peternakan benar atau tidanya terserang ND, maka tindakan bedah bangkai adalah jalan terbaik dalam menegakkan diagnosa. Pada kasus ND hasil bedah bangkai berupa gejala khas penyakit ini, yaitu adanya bintik-bintik merah (ptechie) pada proventriculus (kantong depan ampela). Selain itu juga terjadi perubahan pada lapisan usus berupa pendarahan dan kematian jaringan (nekrosa). Pada organ pernafasan akan mengalami eksudasi dan kantong udaranya menipis. Penanggulangan Berhubung penyakit ND disebabkan oleh virus maka sampai saat ini belum ada satu jenis obat yang efektif dapat menyembuhkan penyakit ini. Penanggulangan penyakit ND hanya dapat dilakukan dengan dengan tindakan pencegahan (preventif) melalui program vaksinasi yang baik. Ada dua jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Vaksin aktif berupa vaksin hidup yang telah dilemahkan, diantaranya yang banyak digunakan adalah strain Lentogenic terutama vaksin Hitchner B-1 dan Lasota. Vaksin aktif ini dapat menimbulkan kekebalan dalam kurun waktu yang lama sehingga penggunaan vaksin aktif lebih dianjurkan dibanding vaksin inaktif. Program vaksinasi harus dilakukan dengan seksama dan diperhatikan masa kekebalan yang ditimbulkan. Vaksinasi pertama sebaiknya diberikan paling lambat hari ke-empat umur ayam, karena penundaan sampai umur dua minggu dan seterusnya akan menghilangkan kemampuan pembentukan antibodi aktif oleh antibodi induk, sebab pada umur tersebut antibodi induk sudah tidak berfungsi lagi. Program vaksinasi pada ayam pedaging sebaiknya dilakukan pada umur tiga hari dan vaksinasi lanjutan pada umur tiga minggu, sedangkan pada ayam petelur pada umur tiga hari, empat minggu, tiga bulan dan selanjutnya tiap empat bulan sesuai kebutuhan. Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan cara semprot, tetes (mata, hidung, mulut), air minum dan suntikan. Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan vaksinasi diantaranya : · Vaksinasi hanya dilakukan pada ternak yang benar-benar sehat · Vaksin segera diberikan setelah dilarutkan · Hindari vaksin dari sinar matahari langsung · Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan stress berat pada ternak · Cuci tangan dengan detergen sebelum dan sesudah melakukan vaksinasi Penutup Mengingat kerugian ekonomi yang ditimbulan oleh penyakit ND ini sangat tinggi maka jalan terbaik dalam menanggulaninya adalah dengan menjalankan program manajemen yang ketat berupa program vaksinasi dan sanitasi lingkungan yang baik guna menghindari penyakit ini sehingga keuntungan akan dapat lebih meningkat.




PENYAKIT CRD
Berdasarkan data, kasus serangan peyakit unggas terutama ayam di tahun 2003 yaitu penyakit ngorok yang komplek atau sering juga disebut Chronic Respiratory Desease (CRD) komplek. Memang saat ini CRD komplek masih susah ditangani, padahal kerugian yang ditimbulkannya tidaklah sedikit. Hal ini dihubungkan dengan rendahnya laju pertumbuhan, tingginya angka kematian dan tingginya konversi ransum. Kerugian lain akibat CRD komplek adalah keseragaman bobot badan yang tidak tercapai dan banyaknya ayam yang harus diafkir, sehingga para peternak akan merugi.
CRD komplek merupakan gabungan penyakit dengan 2 (dua) komponen yaitu Mycoplasma galisepticum dan bakteri Escherichia coli. Faktor penentu menularnya penyakit ini adalah sistem pemeliharaan dengan suhu lingkungan yang tinggi yaitu panas atau dingin, kelembaban tinggi, kurangnya ventilasi, kepadatan ternak terlalu tinggi dan cara pemeliharaan yang berbagai umur. Biosecurity yang ketat dan pemilihan antibiotik yang spesifik merupakan langkah yang harus ditempuh untuk menyelamatkan ayam dari penyakit tersebut.
Penyakit ngorok atau CRD pada ayam ini merupakan suatu penyakit yang menyerang saluran pernafasan dimana sifatnya kronis. Disebut “kronis karena penyakit ini berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu lama (menahun) dan ayamnya tidak sembuh-sembuh”. Penyebab utamanya adalah keracunan Mycoplasma galisepticum, salah satu gejala khas CRD adalah ayam tersebut ngorok, sehingga peternak menyebutnya penyakit ngorok.
Sebagai penyakit tunggal, CRD jarang sampai menimbulkan kematian namun menimbulkan angka kesakitan yang tinggi. Di lapangan kasus CRD murni jarang ditemukan, yang sering ditemukan adalah CRD komplek, yaitu penyakit CRD yang diikuti oleh infeksi penyakit lainnya, terutama sering diikuti oleh bakteri Escherichia coli.
CRD komplek dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Selain itu, dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, mutu karkas jelek, produksi telur menurun, keseragaman bobot badan yang tidak tercapai dan banyaknya ayam yang harus diafkir juga semakin memperbesar biaya pengobatan.
Penyakit ngorok komplek pada ayam ini dapat berkomplikasi dengan mikroba penyakit lain seperti dengan penyakit tetelo atau New Castle Desease (ND), Infetious Bronhitis (IB) dan E. coli. CRD dapat menyerang ayam pada semua umur dengan angka penularan yang cepat.
Penyebab penyakit ini, bisa terdapat di ayam yang sehat, dimana ayam tersebut disebut ayam pembawa penyakit (carier). Ayam yang terserang CRD saat daya tahan tubuhnya menurun pada waktu stress seperti pindah kandang, kedinginan, vaksinasi, potong paruh, ventilasi jelek, litter lembab, kadar amonia tinggi atau ayam terserang penyakit lain.
Kerugian akibat CRD komplek diantaranya adalah kegagalan vaksinasi, karena CRD komplek bersifat immunosupressant ( menekan kekebalan), terhambatnya pertumbuhan, tingginya angka kematian, tingginya biaya pengobatan dan meningkatnya konversi ransum.
Untuk memberantas CRD komplek ini tidak gampang. Caranya adalah dengan melakukan pengobatan yang tepat, melakukan hal yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai penyebab terjadinya CRD komplek. Misalnya kita harus menjaga masuknya agent penyakit ke dalam tubuh ayam, selain itu para peternak harus mempertahankan kesehatan ayamnya dengan memberikan multivitamin dan juga para peternak harus memelihara lingkungan kandang supaya segar dan sehat, tentunya tidak pengap, ventilasi cukup dan tidak lembab. Selain itu kepadatan kandang harus selalu diperhatikan, sehingga udara bersih selalu terjamin. Suhu kandang yang terlalu panas juga dapat menyebabkan meningkatnya nafsu minum dan menurunnya nafsu makan. Dengan meningkatnya nafsu minum, maka akan merangsang peningkatan urinasi dan litter menjadi basah, sehingga konsentrasi ammonia tinggi dan dapat menyebabkan gangguan pernafasan, akhirnya ayam akan rawan terhadap CRD komplek.
Suatu strategi dalam melakukan pengendalian CRD komplek yang efektif adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap anak ayam umur 1 (satu) hari atau sering disebut dengan Day Old Chick (DOC) dari pembibitnya, hasil diagnosa yang tepat bersamaan dengan biosecurity yang efektif dan pelaksanaan tatalaksana pemeliharaan yang baik. Adapun cara-cara melakukan pengendalian CRD komplek yaitu (1) memperbaiki tatalaksana kandang, (2) melakukan sanitasi air minum yang baik, (3) melakukan pengobatan yang tepat dan (4) melaksakan biosecurity yang ketat.
Langkah-langkah untuk melakukan biosecurity yang ketat antara lain (1) melakukan pengafkiran pada ayam yang terinfeksi, (2) membersihkan kandang dengan tekanan air yang tinggi serta melakukan penyemprotan kandang dengan memakai desinfektan, (3) kosongkan kandang minimal 2 (dua) minggu setelah kandang dibersihkan, (4) pengontrolan lalu-lintas dengan mengontrol kendaraan yang keluar masuk lokasi peternakan.
Dari uraian tersebut di atas maka dapat disimpulkan apabila peternakan anda terkena CRD komplek, yang perlu diperhatikan adalah (1) menekan kadar amonia dan debu yang ada di kandang, dengan melakukan perbaikan pada kondisi kandang, mengurangi kepadatan kandang, perhatikan tatalaksana litter, ventilasi kandang dan pengaruh lingkungan, (2) pemeliharaan ayam harus dilakukan secara all-in all-out, (3) melakukan pemilihan obat yang tepat dan kita harus memperhatikan faktor resistensi dari kuman.
Harapan penulis, apabila peternakan anda terkena CRD komlpek, jangan panik, lakukanlah penanganannya seperti yang sudah penulis uraikan

MENCOBA BETERNAK BEBEK

Setelah pergelutanku dengan ayam sudah dikatakan lumayan menghasilkan,sekarang aku sedang mencoba bergelut dengan usaha baru beternak bebek.tapi juga masih dengan cara yang konvensional alias tradisional(maklum baru mulai 1 bulan ini)hehehehe.cuma bermodal nekat dan uang sedikit dan yang terpenting tekad kuat.

nie tahap tahapan aku beternak secara tradisional:
1. siapkan kandang ukuranya terserah mau diisi berapa ekor,dikira2 aja sendri namanya juga tradisional.
2. jalan2 ke pasar mau pelihara dari kecil dibesarin atau mau yang dah besar(tapi ingat ya pilih yang masih muda,takutnya ntar beli keliru yang dah afkir)
3. sudah semua kan,tinggal pelihara aja.
4. semabari pelihara secara tradisional saran saya belajar pula beternak yang baik(walau saya juga masih belajar hehehehe)


setelah semua itu terlaksana,mari kita belajar beternak sembari menambah ilmu.sapa tau aja ntar rejeki kamu ada diternak hehehe. soalnya banyak kesuksesan itu berawal dari berani mencoba dan berani gagal(kalo bisa yang ini janagan iya gak iya gak hehehehe)


kata kata bijak mbah tanto
JANGAN TAKUT SUKSES DAN JANGAN TAKUT GAGAL,ANDA TAKUT GAGAL BERARTI ANDA MASIH TAKUT SUKSES(hihihihihi)

Praktis Beternak Ayam Kampung Pedaging

Di waktu yang singkat ini perkenankan kami untuk ikut melengkapi artikel atau pengetahuan tentang cara beternak ayam kampung pedaging. Banyak sudah artikel dan makalah yang ditulis oleh pakar dan ahli dibidangnya dalam masalah ini akan tetapi mengingat anemo masyarakat untuk mengetahui cara beternak yang baik dan praktis maka kami meluangkan waktu untuk bisa menulisnya. Semoga yang sedikit ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua.

Mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem intensif. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung, maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :

1. Bibit

Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara : dengan membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatip dan positif cara mendapatkan DOC ayam kampung karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.

2. Pakan

Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.

Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :

7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
74 gram/per hari sampai umur 8 minggu
Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.

3. Perkandangan

Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang.

Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.

Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada anjuran sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam.

Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.

Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam broiler.

4. Manajemen Pemeliharaan

Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem pemeliharaan pada ayam kampung bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :

Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan kesehatan
Semi intensif (disediakan kandang dengan halaman berpagar), ada kontrol pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat
Intensif (dikandangkan seperti ayam ras), ada kontrol pakan dan kesehatan dengan ketat
Model pemeliharaan ayam kampung secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi kami tidak dapat menguraikannya di sini.

5. Pengendalian Penyakit

Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :

Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
Melakukan vaksinasi secara teratur
Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
Manajemen pemeliharaan yang baik
Kontrol terhadap binatang lain
Berikut kami uraikan sedikit beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang ayam kampung :

a. Tetelo (ND)
Penyebab : paramyxivirus
Gejala : ngorok dan batuk-batuk, gemetaran, kepala berputar-putar, kelumpuhan pada kaki dan sayap, kotoran berwarna putih kehijauan.
Pencegahan : vaksinasi secara teratur, sanitasi kandang, terhadap ayam yang terkena ND maka harus dibakar.
Pengobatan : belum ada

b. Gumboro (gumboro disease)
Penyebab : virus
Gejala : ayam tiba-tiba sakit dan gemetar serta bulu-bulunya berdiri, sangat lesu, lemah dan malas bergerak, diare putih di sekitar anus.
Pencegahan : vaksinasi teratur dan menjaga sanitasi kandang
Pengobatan : belum ada

c. Penyakit cacing ayam (worm disease)
Penyebab : Cacing
Gejala : pertumbuhan terhambat, kurang aktif, bulu kelihatan kusam.
Pencegahan : pemberian obat cacing secara berkala, sanitasi kandang yang baik, penggantian litter kandang secara berkala, dan mencegah serangga yang dapat menjadi induk semang perantara.
Pengobatan : pemberian obat cacing seperti pipedon-x liquid, sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazin, piperazin dan lain sebagainya

d. Berak kapur (Pullorum)
Penyebab : Bakteri Salmonella pullorum
Gejala : anak ayam bergerombol di bawah pemanas, kepala menunduk, kotoran melekat pada bulu-bulu disekitar anus
Pencegahan : mengusahakan induk terbebas dari penyakit ini, fumigasi yang tepat pada mesin penetas dan kandang
Pengobatan : noxal, quinoxalin 4, coxalin, neo terramycyn atau lainnya

e. Berak darah (Coccidiosis)
Penyebab : protozoa Eimeria sp.
Gejala : anak ayam terlihat sangat lesu, sayap terkulai, kotoran encer yang warnanya coklat campur darah, bulu-bulu disekitar anus kotor, ayam bergerombol di tepi atau sudut kandang.
Pencegahan : mengusahakan sanitasi yang baik dan sirkulasi udara yang baik pula atau bisa juga dengan pemberian coccidiostat pada makanan sesuai takaran
Pengobatan : noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau lainnya

6. Pasca Panen dan Pemasaran

Pemasaran ayam kampung pada dasarnya mudah karena disamping jumlah permintaan yang tinggi, harga ayam kampung masih tergolong tinggi dan stabil, sedang produksi masih terbatas. Ayam kampung dapat dijual dalam bentuk hidup atau sudah dipotong (karkas). Rumah tangga, pengepul ayam, pasar tradisional, warung, supermarket sampai hotel berbintang membutuhkan pasokan ayam kampung ini. Harga ayam kampung hidup berkisar antara Rp 19.000 - Rp 22.000/ekor di tingkat peternak.

7. Pengelolaan Produksi

Sebagai seorang peternak yang profesional maka perlu untuk menjaga agar produksi yang kita lakukan dapat memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produk. Maka diperlukan pengelolaan atau pengaturan produksi agar usaha kita dapat berproduksi secara kontinyu. Untuk kekontinuitasan usaha perlu pengaturan dan penjadwalan secara teratur kapan DOC masuk dan kapan ayam di panen, karena hal itu lebih disukai oleh pengepul atau mitra kerja kita daripada hanya sekali panen dalam jumlah banyak. Tapi perlu diingat juga bahwa pengelolaan produksi sangat terkait dengan modal, ketersediaan kandang, jumlah ketersediaan DOC, dan jumlah permintaan ayam siap panen.

Mudah-mudahan uraian di atas dapat menambah pengetahuan kita dalam hal beternak dan menjadikan cara beternak kita lebih baik. Saran dan kritik selalu kami nantikan untuk kemajuan kita bersama. Semoga kesuksesan selalu menyertai kita bersama. Aamiin…*(SPt)

Biosekuriti pada puyuh petelur

on Jumat, 07 Januari 2011

Selasa, 27 Juli 2010Biosekuriti pada puyuh petelur
Biosekuriti adalah serangkaian tindakan untuk mencegah masuknya penyakit kedalam lingkungan peternakan. Tindakan yang biasa dilakukan antara lain:

Sanitasi kandang
Agar tak terjadi bom gas amonia, feses puyuh harus sering dikeluarkan dari kandang, minimal 2 hari sekali. Kadar amonia yang tinggi menyebabkan puyuh mudah terkena penyakit saluran pernapasan dan radang pada mata. selain itu kandang yang kotor mudah mengundang berbagai penyakit. Lantai kandangpun harus diusahakan kering, tidak lembab dan terjaga kebersihanya.


Desinfeksi
Pneyemprotan kandang dengan caira desinfektan/anti kuman dilakukan secara rutin sekali sebulan. Sangkar juga disemprot seminggu 1/2 kali. Terlebih kagi jika ditemukan ad puyuh yang terkena penyakit atau disekitar terjadi wabah penyakit. Orang yang masuk lokasi kandang harus disemprot juga dan kakinya dicelup ke dalam bak kecil yang telah diberi desinfektan agar tak membawa penyakit kedalam kandang. Jika memakai sandal/sepatu, maka telapak alas kaki itu harus dicelup.


Sanitasi peralatan
Semua peralatan harus dijaga kebersihanya. Ember tempat membawa pakan/minum harus dicuci dengan sabun setiap selesai diapakai agar tidak berjamur. Tempat pakan dan minumpun harus dibersihkan setiap hari.


Sistem penyimpanan pakan
Pakan tidak boleh disimpan ditempat yang lembab karena akan membuatnya berjamur hingga tengik. Pakan yang tengik membuat puyuh turun nafsu makannya, bahkan bisa keracunan. Pakan harus dihindarkan dari tikus.


Hindarkan kontak dengan Unggas lain
Tidak boleh ada hewan apalagi unggas yang masuk kekandang puyuh karena bisa membawa penyakit.


di 14.19
Minggu, 25 Juli 2010Pencahayaan puyuh petelur masa produksi
Untuk memulai proses pembentukan telur setiap harinya, puyuh memerlukan rangsangan cahaya. puyuh masih dapat bertelur pada suhu 0 derajat Celcius pada cahaya lebih dari 14 jam. Cahaya terang tidak diperlukan. Cahaya cukup untuk membuat puyuh terjaga aktivitas soaialnya sudah cukup. Bola lampu 40-60 watt cukup untuk kandang koloni.

Untuk puyuh dara menjelang bertelur untuk dapat bertelur dengan baik perlu diberi cahaya 24 jam pada awal umur 4 minggu, menggunakan lampu pijar.

Setelah puyuh bertelur semua, agar pemberian cahaya dapat efektif, hidupkan lampu pada saat menjelang gelap dan matikan lampu sesudah matahari terbit. Hingga pencahayaan dapat mencapai 14 - 16 jam setiap harinya.

di 14.07
Sabtu, 24 Juli 2010Kebuttuhan air minum untuk puyuh masa produksi
Sebelum umur 35 hari, pemberian air minum sebaiknya masih didalam sangkar. Setelah itu baru dibuatkan air minum diluar sangkar karena badanya sudah sempurna.

Kualitas air munum harus dijaga dan harus selalu tersedia. tempat minum harus dibersihkan setiap hari. Sebab, kadang-kadang sisa pakan yang menmpel pada paruh tercecer pada tempat minum saat puyuh minum. Kotoran ini akan menjadi media berkembangnya kuman dan bakteri.

Air minum juga bisa menjadi media vaksinasi, untuk itu sebelum vaksinasi diberikan maka pemberian minum dihentikan beberapa jam sebelumnya sehingga saat air minum yang sudah tercampur vaksin diberikan, puyuh yang kehausan akan langsung meminumnya. Sehingga vaksinasi dapat berjalan dengan lancar. selain itu air minum juga dapat dijadikan media untuk pemberian vitamin dan antibiotik.

Program Pemberian Vitamin dan antibiotik
umur Vitamin/Antibiotik Pemberian
36-60 Vitamin/Antibiotik 3x/minggu
61-63 Egg promotor setiap hari

Teramisin

64-sampai afkir Egg promotor 2 minggu 3 hari

Vitamin/Antibiotik 2 minggu 3 hari

Teramisin 3 bulan 3 hari

Antistress Saat stress, vaksinasi, cuaca buruk
Sumber: Program pemeliharaan puyuh PT Peksi Guna Raharja


di 13.52
Jumat, 23 Juli 2010Pemberian pakan pada puyuh masa produksi
Pemberian pakan puyuh masa produksi harus benar-benar diperhatikan dengan teliti. Sebab pemberian pakan yang berlebihan tidak akan meningkatkan produksi justru merupakan suatu pemborosan. Jika kita memberikan pakan yang berlebih 1 gram saja per ekor, maka dalam waktu 1 tahun untuk populasi 2000 ekor sudah membuang uang 1,5 jutaan. apalagi sampai banyak pakan yang tercecer. prinsip utama dalam mencari keuntungan dari suatu usaha peternakan adalah selisih antara pengeluaran untuk pakan dan jumlah produksinya.

Sebaiknya pakan diberikan 2 kali sehari, pada masa layer ini pakan yang diberikan mengandung protein 22%. Setelah mulai bertelur pakan bisa diberikan 1 kali sehari. Dari sebuah penelitian, memberi pakan pada sore hari sekitar jam 14.00-22.00 ternyata lebih baik daripada pemberian pada pagi hari karena siklus peneluran puyuh dimulai pada sore hari.

Pemberian pakan harus memperhatikan kondisi puyuh, jangan sampai terlalu banyak yang tersisa karena sia makanan merupakan media yang subur untuk pertumbuhan jamur. Kefisienan pemberian pakan akan dapat menjaga produksi telur hingga 70% rata-rata dalam 1 tahun. Bahkan bisa juga mencapai sampai 80%.

Penurunan nafsu makan dapat dipengaruhi beberapa hal, sperti stres akibat penggantian pakan, bising, kualitas pakan jelek atau kondisi puyuh yang kurang baik. Suhu udara yang panas juga merupakan faktor yang menyebabkan penurunan nafsu makan. Untuk mengatasi hal ini dapat juga diberikan vitamin dan elektrolit untuk mengurangi stress dan meningkatkan nafsu makan.

di 07.40
Kamis, 22 Juli 2010Pemeliharaan puyuh dewasa
Pada akhir minggu ke empat, semua puyuh semua puyuh dipindah kekandang battery/sankar petelur. Ditempat ini puyuh kadang masih perlu mendapatkan perlakuan lampu pemanasan selama 24 jam untuk merangsang fungsi peneluranya. Kepadatan puyuh sebaiknya sudah diset sesuai dengan kepadatan puyuh petelur yaitu 40 ekor/m2 atau untuk battery berukuran 180 cm x 60 cm bisa diisi 50 ekor puyuh, jika 150 cm x 60 cm bisa diisi 40 ekor.

Puyuh yang sehat dan kurang sehat harus diseleksi. Ciri-ciri puyuh sehat adalah bobotnya rata-rata, tidak cacat, bergairah, mata bening, tidak kanibal, badan tegap dan lincah. Bulu puyuh harus mengkilap dan tidak rontok. Puyuh akan mulai bertelur pada umur 40-42 hari. Seleksi harus dilakukan sesering mungkin.

Semua perlakuan pemeliharaan harus dicatat setiap hari. Meliputi konsumsi pakan, jumlah pemberian, banyaknya sisa, kematian, jumlah telur, pemakaian obat/vitamin, populasi puyuh dan sebagainya.

di 07.06
Rabu, 21 Juli 2010Kematian pada pemeliharaan puyuh petelur
Banyaknya kematian pada masa starter ini tidak perlu membuat anda panik, karena kematian dalam pemeliharaan puyuh memang tinggi. Selama mealkukan manajemen/pengaturan broodeing dengan benar dan tidak ditemukan gejala penyakit maka hal itu adlah kejadian alami.

Pemeliharaan puyuh dengan memberi pakan sesuai dengan kebutuhanya akan dapat menekan kematian. Secara teoritis kematian puyuh pada umur tertentu jika diberi pakan cukup jumlah dan nutrisinya adalah:

1 - 15 hari, kematian berkisar 5-8%
16 - 35 hari, kematian berkisar 1-4 %
36-360 hari, kematian berkisar 8-12%
Sehingga total kematian dari mulai dipelihara hingga afkir hanya 24%. Namun, kenyataanya pemeliharaan oleh peternak mengalami banyak kendala baik karena kelalaian ataupun karena faktor alam (cuaca dan musim). Menurut pengalaman, sampai dengan afkir (umur 365 hari) kematian total mencapai 40%.

Tapi tidak perlu khawatir karena dengan kematian sebesar itu masing menguntungkan. Jika pemeliharaan dilakukan dengan teliti dan menggunakan bibit unggul (stain Mallond, tipe premium dan diamond) maka kematian rata-rata hanya 1,5 ekor/hari pada populasi 2000 ekor atau mendekati angka teoritis 24$%.

di 06.43
Selasa, 20 Juli 2010Potong paruh puyuh pada masa starter
Pemotongan paruh dilakukan untuk mengurangi sifat kanibal. Dengan dipotong, paruh menjadi tumpul sehingga kalupun mematuk puyuh yang lain, tidak menimbulkan luka.

Debeaking dilakkan pada umur 21-25 hari. Metode debeaking ada beberapa macam, yaitu dengan pemotong kuku, dengan setrika, atau dengan alat khusus debeaker. Prinsipnya, bagian ujung paruh yang berwarna lebih muda dan lebih lunak dipotong dengan hati-hati hingga sampai ke bagian yang lebih keras.

Jika menggunakan setrika panas, maka ujung paruh sedikit mengeluarkan bunyi "cesss" dan segera diangkat. Jangan menunggu bunyinya keras karena bisa terkena lidah puyuh. Prinsip alat debeaker juga mirip dengan setrika hanya pada plat pemanasnya telah diberi lubang-lubang kecil sesuai dengan ukuran paruh. Sehingga tidak terlalu khawatir akan kebablasan. Sebelum dan sesudah dipotong, paruh diolesi alkohol atau spiritus agar tidak terjadi infeksi.

di 06.30
Senin, 19 Juli 2010Kepadatan dan pemindahan puyuh masa starter
Kepadatan brooder diatur 3 kali penjarangan. Caranya memindahkan sebagian puyuh ke brioder lain agar kepadatan kandang terpenuhi. Sampai umur 1 minggu kepadatan dijaga 100 ekor/m2. Pada hari kedelapan, kepadatan di set 75 ekor/m2. Pada hari ke 15 kepadatan hanya 50 ekor/m2. Pada hari ke 22, sebagian puyuh sudah layak masuk kandang layer dengan kepadatan kandang 40 ekor/m2. tetapi masih diberi pemanas tambahan dan dinding strimin bagian belakang dan samping masih diberi kardus agar panas lampu tidak keluar, juga untuk mengurangi hawa dingin.

Tempat minum yang digunakan sejenis dengan tempat minum brooder diletakan didalam. Pada hari ke 28 semua puyuh dapat dipindah kekandang layer tanpa penutup kardus, dengan tetap menyalakan lampu saat hari mulai gelap ataupun setiap saat jika diperlukan kehangatan.

Pada saat penjarangan diatas sekaligus di lakukan grading atau pemisahan antara puyuh yang lebih kecil ataupun lemah agar tidak semakin lemah karena kalah persaingan. Setiap saat harus dikontrol apakah ada puyuh sakit. Jika ada, pisahkan dan obati agar tidak menular kepada yang lain.

di 22.41
Minggu, 18 Juli 2010Masa kritis pemeliharaan puyuh fase awal
Puyuh mengalami fase kritis pada umur 1-4 hari. Selama itu puyuh harus benar-benar dipantau karena kondisinya masih lemah, lelah karena transportasi dan kaget dengan lingkungan baru. Sementara itu ia harus belajar makan-minum untuk mempertahankan hidupnya. Pada hari 1-2, pakan dan minum hanya diberikan secukupnya. Jika air minum kebanyakan, maka banyak DOQ yang basah bermain air hingga kedinginan dan akhirnya mati.

Pada masa ini yang betul-betul harus diperhatikan adalah pemanasan jangan sampai kurang karena menyebabkan mati kedinginan. namun juga tidak boleh terlalu panas karena akan menimbulkan kepanikan dan stress hingga puyuh terinjak-injak dan mati. Selain itu banyak juga kematian disebabkan karena terjepit tempatpakan dan minum.

Pada hari ke 3, air minum dan pakan diberikan penuh, dan alas koran mulai digulung karena sudah kotor. Gulung dengan hati-hati agar puyuh tidak stress.

Mulai hari-hari selanjutnya, jika alas kotor mulai digulung. Pada hari ke 6, separuh alas sudah mulai dibuka hingga nampak alas striminya agar puyuh belajar berjalan diatas strimin. Pada hari ke-10, alas sudah boleh dibuka seluruhnya.

di 22.02
Sabtu, 17 Juli 2010Pemberian vitamin tambahan pada puyuh starter
Vitamin tambahan diberikan karena vitamin yang terkandung pada pakan hanya mendukung kehidupan puyuh dalam kondisi biasa, tidak ada gangguan berupa perubahan suasana ataupun perlakukuan. Jika kesulitan mengenali jenis-jenisnya, toko pakan/obat hewan akan membanttu memilih produk yang tepat untuk keperluan ini.

Penambahan vitamin pertama pada saat puyuh turun boks dan dipindah ke dalam brooder. Pada umur 1-7 hai, setiap hari (2x sehari) puyuh diberi vitamin khusus untuk DOQ (vitamin Mix, biasanya bermerek dengan akiran 'chicks'). Dosis mengikuti petunjuk pada kemasanya.

Pada umur 8-19 hari, vitamin itu masih diberikan, tetapi hanya 1 x sehari pada pagi saja atau sore saja. Pada umur 25 dan 26 hari, vitamin itu diberikan pada pagi hari. vitamin ini diberikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah infeksi penyakit. Ada beberapa jenis vitamin yang didalamnya juga sudah dicampur dengan antibiotik.

Pada umur 20 hari, sehari sebelum vaksinasi ND ke-2, puyuh diberi vitamin mix anti stress. Begitu juga setelah vaksinasi. Pada umur 28 hari vitamin antistres diberikan lagi karena sehari sesudahnya puyuh diberikan vaksin AI pertama. sesaat setelah vaksinasi AI puyuh kembali diberi vitamin anti stress hingga 3 hari sesudahnya.

Vitamin antistress diberikan pada waktu pergantian pakan starter ke pakan layer pada waktu mulai bertelur. sebab pada kondisi awal bertelur ini terjadi perubahan hormonal di tubuh puyuh sehingga dapat memicu stress. Sedikit saja stress akan menjadi pintu masuk penyakit sehingga produksi telur terganggu, dan selanjutnya akan sulit mengejar standar produksi telur.

di 21.47
Jumat, 16 Juli 2010Pemberian air minum untuk puyuh starter
Air harus tersedia setiap saat. Puyuh yang begitu kecil perlu diperhatikan keselamatanya terutama 2 minggu pertama kehidupanya. Agar puyuh tidak tenggelam dalam air minum, tempat minum diberi kerikil atau kelereng yang sudah dicuci bersih. Puyuh dpat minum diantara kerikil-kerikil tapi tidak tenggelam. Tempat air minum jangan didekatkan lampu pemanas agar puyuh tidak malas mendekatinya. setelah umur 1 minggu kelereng atau kerikil bisa diambil.

Puyuh dalam kandang indukan perlu diperhatikan tetap bersih, hangat dan pastikan untuk mengisi pakan dan minum 2 kali sehari. Air minum yang diberikan harus bersih dan tidak tercemar. sebisa mungkin hindari penggunaan air PAM karena mengandung kaporit.

selama beberapa hari mungkin ada puyuh yang mati, apabila kematian tetap berlanjut tambahkan antibiotik misalnya teramisin kedalam air minum selama 3-5 hari sesuai dengan petunjuk pengobatan dilabel obat.

di 21.30
Kamis, 15 Juli 2010Pemberian pakan untuk puyuh starter
Selama 2 hari pakan starter ditaburkan diatas kertas koran untuk melatih puyuh agar makan. Caranya, taburi alas dengan pakan puyuh starter sedikit demi sedikit agar tak terbuang. Baru setelah berumur 3 hari pakan diberikan dengan nampan yang telah dilapisi strimin dibagian atasnya.

Pakan yang diberikan dalam bentuk halus dan mengandung protein tinggi (24-28%). Apabila terpaksa tidak ada pakan puyuh starte dapat digunakan pakan campuran pakan ayam starter (BR1) sebanyak 3 bagian dicampur dengan satu bagian bungkil kedelai. Bisa juga dengan mencampur 3 bagian konsentrat starter ayam broiler (konsentrat BR1) dengan 1 bagian jagung.

Jumlah pakan yang diberikan dan target perolehan berat badan
Umur (mgg) Pakan (gram/ekor/hari) Berat Badan (gram) Frekuensi pemberian
1 3,25 22,75 2 hari pertama setiap saat
2 8,43 59,57 2
3 11,45 83,04 2
4 13,36 115,36 2
5 16,03 154,36 2
6 22,08 157,02 1 (sore/pagi saja)
Sumber: Program pemeliharaan puyuh PT Peksi Guna Raharja

Pemberian pakan harus mengikuti perkembangan dan pertumbuhan puyuh. Semakin hari puyuh semakin besar sehingga perlu ditambah porsi pakanya sedikit demi sedikit. Jika sampai kurang, maka puyuh menjadi lemah, kalaupun tetap hidup akan berkurang produksi telurnya kelak. Jika terlalu banyak memberikanya maka biaya pakan akan membengkak. Maka perlu dilihat banyaknya sisa pakan setiap harinya, jika pakan tidak bersisa, tambahkan pakan pada ke esokan harinya. Namun jika banyak tersisa, pada hari berikutnya pakan dikurangi hingga hanya tersisa sedikit saja.

Pada umur 31 sampai 34 hari, puyuh sudah harus dilatih untuk memakan pakan layer. caranya dengan mencampur secara bertahap pakan starter dengan layer.

Pada umur 31 hari, perbandingan campuran pakan starter : layer yang diberikan adalah 4:1, atau 4 bagian starter dicampur dengan 1 bagian pakan layer. Pada umur 32, rasio menjadi 3:2. Perbandingan pada hari-hari berikutnya berturut-turut adlah 2:3 dan 1:4. Saat umur 35 hari, puyuh sudah 100% diberi pakan layer.

di 21.05
Rabu, 14 Juli 2010Pengaturan pemanas untuk puyuh fase starter
Puyuh muda memerlukan panas tambahan untuk menjaga panas tubuh sampai mereka berbulu sempurna. Pada minggu pertama, temperatur yang dibutuhkan sekitar (37 derajat Celcius) dan setiap minggu minggu berikutnya diturunkan 3 derajat Celcius sampai mencapai temperatur ruang 28 derajat Celcius. Kandang indukan dibuat sedemikian rupa sehingga puyuh dapat mendekati atau menjauhi daerah pemanas sesukanya. Ini dimaksutkan untuk melatih puyuh beradaptasi dengan temperature yang lebih rendah.

Umur (minggu) Temperature (derajat Celcius) Kelembapan
1 37-38 70%
2 32-35
3 28-30
4 22-24
Sumber: Program pemeliharaan puyuh PT. Peksi Jaya Guna

Untuk mengetahui cukup tidaknya panas yang diberikan dengan melihat tingkah laku puyuh. Apabila bergerombol mendekati lampu pemanas berarti panas yang diberikan kurang, sebaliknya bila menjauhi lampu pemanas dan bergerombol didekat dindding berarti kepanasan. Lampu pemanas cukup apabila puyuh tersebar merata dikandang. lampu pemanas diberikan terus-menerus sepanjang hari.

Bagian atas lampu diberi corong penutup (seperti caping) supaya panas lampu tidak keluar. Jika puyuh menunjukkan tanda-tanda kedinginan, maka lampu didekatkan ke lantai brooder. Sebaliknya jika kepanasan maka lampu ditarik keatas, dijauhkan dari lantai brooder hingga puyuh terlihat nyaman kembali.

Dalam hal ini harus jeli dalam melihat perilaku puyuh. Jika pada siang hari setelah puyuh berumur 10 hari dirasa tanpa lampu pun puyuh sudah hangat, maka bisa saja lampu dimatikan. namun, saat puyuh mulai terlihat bergerombol, nyalakan lagi pemanas, jangan sampai terlambat.

di 12.59
Selasa, 13 Juli 2010Persiapan sebelum DOQ puyuh masuk
Tiga hari sebelum DOQ masuk, semua harus sudah beres. Boks sudah dibersihkan dan disemprot desinfektan. Begitu pula tempat pakan minumnya. Siapkan pula pemanas cadangan agar jika listrik mati tinggal menyalakan dan memasang saja. Siapkan penutup strimin yang sudah dibingkai untuk bagian atas boks agar brooder tak dimasuki kucing/tikus. Untuk menghindari cuaca dingin siapkan pula lembaran-lembaran plastik untuk menutupi bagian atas penutup strimin jika ternyata panas dari pemanas belum cukup menghangatkan brooder.

Setelah itu, boks diberi alas kertas sak semen minimal 3 lapis atau kertas koran 7 lapis. Tiap 100 ekor DOQ harus dipasang 1 set tempat pakan minum. Kertas-kertas itu diremas-remas terlebih dahulu agar tidak licin.

Setelah terpasang semua, hidupkan pemanas sehari semalam dikontrol suhunya. agar kelak ketika DOQ tiba suhu brooder sudah pas dan tidak perlu mengatur lagi. Dua jam sebelum DOQ masuk, suhu brooder sudah harus 37-38 derajat Celcius.

di 20.50
Senin, 12 Juli 2010Perlengkapan Brooder untuk puyuh fase starter
Jika kita memilih memakai boks, jumlah boks yang harus disediakan tergantung berapa jumlah puyuh yang akan dipiara. Yang jelas, pada umur 1 minggu, tiap 1 m2 bisa diisi 100 ekor DOQ. Jika boks panjang 2 m dan lebar 1 m, maka untuk memelihara 1000 ekor diperlukan 5 boks. Sedangkan pada umur 15 hari, luasan yang sama hanya boleh ditempati 50 ekor puyuh. Maka pada umur ini harus tersedia lagi 5 boks untuk tambahan. Pada usia lebih dari 22 hari sebagian puyuh sudah bisa dipindahkan kekandang petelur, tetapi masih diberi lampu pemanas.

Agar fungsi brooder sebagai pengganti kasih sayang induk dapat tercapai, maka harus dilengkapi peralatan:

Pemanas
Untuk menggantikan kehangatan induk, brooder perlu dilengkapi dengan pemanas. Pemanas dapat berupa lampu pijar (bukan neon/SL) 40-60 watt. Jika listrik didaerah anda sering mati, cukup sediakan lampu minyak tanah/teplok besar yang diberi kerangka kuat atau digantung agar tak mudah jatuh. Lebih baik lagi, bisa memakai lampu badai/lampu kapal yang harganya lebih mahal. Setiap 0,75-1 m2 brooder cukup diberi 1 lampu. Jika panjang boks/brooder anda lebih dari 1 m, lebih baik diberi 2 lampu.

Jika memilih brooder sistem litter, pakailah pemanas khusus yang sring digunakan peternak ayam seperti gasolec, tungku batubara, ataupun tungku minyak tanah sistem spray/semprot. Pemanas ini cocok untuk brooder sistem litter karena jangkauan panasnya yang luas.


Tempat pakan dan minum.
Tempat pakan minum harus diletakan didalam kandang untuk menghindari terkaman tikus dan kucing saat kepala puyuh menjulur keluar. Tempat pakan bisa saja menggunakan nampan kecil dan tidak terlalu lebar dan bibirnya tidak terlalu tinggi. Atau bisa membuat sendiri dari tripleks berukuran panjang 10 cm, lebar 30 cm dan tingginya 2 cm dan diletakkan dilantai. Untuk menghindari pakan tercecer ataupun tumpah saat puyuh berebutan makan, nampan diberi penutup berupa kawat strimin yang diikat erat dengan nampan. Untuk menyediakan minum bisa menggunakan tempat minum kuthuk ayam yang berukuran kecil.


di 20.05
Minggu, 11 Juli 2010Pemelihraan puyuh fase starter
Sesaat setelah anda membeli kuthuk puyuh, kuthuk harus dimasukkan dalam sangkar khusus untuk menggantikan fungsi induk. Sangkar itu bernama brooder (sangkar perindukan), dan perlakukan selama anak puyuh berada didalamnya dinamakan brooding.

Puyuh muda harus dipelihara didalam brooder agar kondisi tubuhnya kuat dan tumbuh normal sebagaimana jika dipelihara oleh induknya sehingga siap untuk bertelur. Keberhasilann pemeliharaan puyuh petelur dimulai dari fase ini. Jika brooding dilakukan dengan benar, maka kelak produksi telurnya optimal.

Sangkar untuk indukan ini bisa berupa box dari kayu beralas strimin dengan ukuran lubang 5 mm atau 8 mm ataupun kardus (jika puyuh sedikit). Boks kayu dibuat berkonstruksi tungga (peti terbuka atasnya). Boks diberi kaki agar tidak menempel ke lantai, setinggi 40-50 cm.

Pada pemeliharaan berskala besar diatas 20.000 ekor justru malah dianjurkan hanya memakai lantai beralas litter (bisa dari tongkol jagung giling, serbuk kayu, ataupun sekam padi). Lantai itu dipetak-petak dengan seng bundar membentuk pagar setinggi 75-90 cm, seperti brooder pada ayam pedaging. Diatas litter diberi lembaran koran 5-7 lapis. Tiap m2 diisi dengan 100 ekor puyuh. Brooder diperluas dengan memundurkan pagar seng saat puyuh berumur 15 hari hingga kepadatan nya 50 ekor/m2. Jika alas sudah kotor, lapisan koran paling atas digulung hati-hati sehingga yang tersisa dibawahnya adlah lembaran yang masih bersih. Ruangan kandang sebelumnya harus sudah ditutup dan hanya menyisakan lubang ventilasi secukupnya.

di 19.31
Sabtu, 10 Juli 2010Jenis pakan untuk puyuh petelur
Jenis pakan dapat dibedakan menurut bentuknya dan kegunaaanya dalam fase kehidupan puyuh. Menurut bentuknya, pakan dibedakan menajadi 3, yaitu:

Mash

yaitu pakan yang berbentuk tepung yang terdiri dari berbagai bahan yang digiling dan kemudian dicampur. Pakan bentuk ini lebih murah ketimbang yang lain karena tidak memerlukan pencetakan.


Crumble

pakan yang berbentuk remah-remah atau seperti bulir-bulir yang pecah. Pakan jenis ini yang paling populer saat ini. Keuntunganya, pakan ini lebih mudah dipatuk, sehingga lebih disukai puyuh atau ayam ketimbang yang berbentuk mash. Namun harganya memang lebih mahal daripada yang berbentuk mash.


Pelet.

pakan jenis ini amat disukai unggas karena mudah dipatuk. Sebab, bentuknya seperti biji yang mengundang selera mereka. Pembuatanya mirip seperti pembuatan crumble, hanya saja dibuat tidak mudah pecah buliranya. Ukuran buliranya juga macam-macam, menurut tujuan pembuatanya untuk jenis unggas apa dan umur berapa. Harga pakan jenis ini paling mahal.
Menurut penggunaanya berdasar fase pemeliharaan, pakan dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu:

Pakan starter
pakan yang diberikan pada fase pertumbuhan, Sejak DOQ masuk hingga siap bertelur. Pakan ini dirancang untuk memacu pertumbuhan dan mempersiapkan agar kondisi puyuh siap berproduksi.
Pakan Layer
pakan yang diberikan pada puyuh yang mulai bertelur. Pakan ini dibuat dan direkayasa agar puyuh mampu memproduksi telur sesuai kapasitasnya, tanpa menganggu kondisi tubuh.
Sedangkan aditif adalah bahan/zat yang diberikan kepada puyuh untuk menjaga produktivitasnya. Pada puyuh petelur aditif yang biasa diberikan adalah egg promotor atau pemacu produksi telur. Bahan ini sebenarnya mengkondisikan tubuh puyuh agar mampu melangsungkan fungsi dan aktivitas peneluran dengan baik. caranya dengan menghilangkan potensi gangguan-gangguan dalam tubuh seperti gangguan di pencernaan, dan sebagainya.

di 14.19
Jumat, 09 Juli 2010Kebutuhan Nutrisi dalam pakan puyuh petelur
Agar puyuh dapat tumbuh pada masa muda dan mampu berproduksi tinggi saat dewasa, maka sepanjang hidupnya puyuh harus diberi makan yang memenuhi kebutuhan gizi/nutisinya. Pada masa muda, pakan puyuh harus mampu menyediakan nutrisi untuk membentuk tubuh yang sempurna. MUlai dari tulang dan otot yang kuat, saluran pencernaan yang sempurna hingga yang terpenting adalah mampu menumbuhkan organ reproduksi dengan sempurna sehingga puyuh mampu memproduksi telur sebgaimana mestinya.

Nutrisi yang diperlukan puyuh sebenarnya tak berbeda dengan manusia dan makhluk hidup lainya. Yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.

Protein.

Berfungsi sebagai bahan utama pembentuk semua jaringan tubuh yang pada akhirnya membentuk organ-organ, seperti sel darah, otot, tulang, kuku, syaraf, otak, usus, telur dan lain-lain. Kadar protein dalam pakan sangat mempengaruhi normal tidaknya pertumbuhan puyuh muda. Saat dewasa, kadar protein sangat menetukan produksi telur dan kelangsungan hidup puyuh. Bahan pakan yang mengandung protein tinggi antara lain kedelai, kacang hijau, bungkil kedelai/kavang tanah, tepung ikan, tepung daging dan sebagainya.

Karbohidrat.
Diperlukan untuk melakukan energi aktivitas gerak, bernapas, memperbaiki sel/jaringan yang ruusak, membuat sel/jaringan baru, menjaga suhu tubuh, mencerna makanan, dan lain-lain. Karbohidrat bersumber dari biji-bijian yang biasa dibuat tepung sperti jagung, dedak padi, dedak gandum juga umbi-umbian seperti ketela.

Mineral
adalah nutrisi yang penting untuk menunjang metabolisme. Mineral yang paling penting untuk puyuh adalah kalsium (Ca) dan Fosfor (P). Ca digunakan untuk membuat cangkang telur dan tulang. Untuk itu, jika ditemukan cangkang telur kurang kuat, berilah puyuh dengan serpihan batu kapur (grit)

VITAMIN
Merupakan zat yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit oleh tubuh, tetapi harus ada didalam pakan karena berfungsi menjaga proses metabolisme didalam tubuh ternak. Pakan yang diproduksi oleh pabrik sudah diperhitungkan jumlah vitamin dan macamnya dengan tepat. Namun, dalam kondisi tertentu jumlah kebutuhan vitamin yang diperlukan ternak melebihi yang terkandung didalam pakan. Sehingga ternak memerlukan tambahan vitamin yang dicampurkan oleh pemiliknya didalam air minum maupun pakan.

Kebutuhan vitamin akan meningkat pada cuaca yang kurang baik, saat sakit/infeksi, masa pengobatan, stres, berada dilingkungan/kandang baru, pergantian jenis pakan, dan sesaat setelah vaksinasi. Vitamin tambahan yang kandunganya sudah lengkap dan seimbang sekarang dapat dengan mudah dibeli ditoko pakan ayam/poultry shop. Biasanya terdapat 2 jenis, yaitu vitamin mix untuk suplemen khutuk di minggu pertama masuk kandang indukan dan vitamin mix untuk anti stress yang diberikan pada saat-saat tertentu selama pemeliharaan.

di 20.36
Kamis, 08 Juli 2010Tempat pakan dan tempat minum untuk puyuh petelur
Tempat pakan dapat dibuat sendiri dengan papan/tropleks ataupun pipa PVC, sedangkan tempat minum dibuat dengan potongan pipa PVC ukuran 3-5 inch. Setiap puyuh memerlukan area tempat pakan antara 1,5-2cm sehingga semakin besar ukuran tempat pakan sebenarnya semakin baik bagi puyuh karena bisa mengurangi persaingan saat makan. Hanya saja, kemungkinan pakan menjadi boros karena banyakyang tercecer. Solusinya tempat pakan tak usah terlalu lebar tetapi dibuat memanjang agar puyuh tak berebut saat pakan diberikan.

Tempat pakan bisa diletakkan didalam ataupun diluar sangkar. sedangkan tempat minum sebaiknya diluar sangkar agar mudah saat membersihkan. Selain itu juga untuk menghindari puyuh naik ketempat minum sehingga air jadi kotor. Konstruksi tempat pakan yang terletak diluar sangkar sama persis dengan konstruksi tempat minum.

Selain itu perlu juga disediakan ember khusus untuk pakan dan air minum, yang tak kalah penting adalah sediakanalat semprot. Jika tak punya alat semprot besar sebagaimana dimiliki petani sayur, beli saja alat semprot kecil terbuat dari plastik yang harganya tak sampai 15.000. alat ini penting untuk melakukan desinfetansi/penyemprotan cairan pembunuh kuman agar kesehatan puyuh terjaga. Desinfektan yang digunakan bisa dibeli ditoko pakan ternak/toko obat hewan.

di 20.11
Rabu, 07 Juli 2010Sangkar untuk puyuh petelur
Di Amerika yang sudah menerapkan animal welfare (kesejahteraan hewan), kandang puyuh sebenarnya disarankan berbentuk kandang sangkar terbuka yang memiliki pelataran dengan litter sehingga menyulitkan dalam pengumpulan telurnya. akhirnya, peternak disana memilih kandang sangkar untuk ternak puyuh mereka.

Slah satu keuntungan kandang sangkar bagi puyuh petelur dewasa adlah penghematan tempat. Sangkar itu dilengkapi dengan tempat pakan, minum, penampung kotoran dan lampu. Agar lebih efisien, sangkar bisa dibuat maksimal bertingkat 4. Untuk yangberkonstruksi batere bersusun miring, usahakan maksimum bersusun 3 tingkat.

Bahan yang digunakan untuk sangkar bisa diperoleh dari bahan yang mudah diperoleh disekitar peternak. Bisa berupa bambu umumnya lebihmudah diperoleh dan lebih murah. Hanya saja tingkat keawetanya lebih rendah daripada kayu.

Agar kelak tak menyulitkan dalam membersihkan kotoran yang menempel, sebaiknya bahan-bahan itu dikombinasi dengan kawat kasa/strimin/ram (anyaman kawat yang sudut-sudutnya dipatri kuat/welded wire mesh). Selain itu ram juga dipilih agar kaki puyuh tidak mudah terperosok kedalam celah-celah lantai. Di bawah lantai, diletakan lembaran tripleks/plywood tipis untuk menampung kotoran agar tak jatuh ke sangkar yang dibawahnya.

di 19.35
Selasa, 06 Juli 2010Konstuksi sangkar untuk puyuh petelur
Konstruksi sangkar bertingkat sebenarnya sangat sederhana dan tidak ada ukuran baku. Panjang dan lebar kandang dipertimbangkan agar sesuai dengan ruangan kandang yang akan ditempati. Meskipun demikian sangkar jangan terlalu lebar agar memudahkan pengambilan telur yang nyangkut, pemindahan puyuh yang sakit dan penangkapan saat puyuh afkir. Yang jelas, tangan bisa menjangkau lebar itu.

Setiap puyuh dewas membutuhkan ruangan seluas 200-225 cm2. Sehingga jika sangkar berukuran 1 m2 (100X100=1m2) bisa memuat 40 ekor puyuh. Sehingga berapun ukuran kandang yang anda buat, anda tinggal mencari luas sangkar itu dan dibagi dengan 225. Hasilnya adalah jumlah puyuh yang tepat untuk sangkar itu.

Selain itu, ukuran kandang sebaiknya disesuaikan dengan ukuran bahan yang tersedia dipasaran agar tidak banyak bahan terbuang. Ukuran yang selama ini populer adalah 150X60 cm dan 180X60 cm. Lebar sangkar dipilih 60 cm karena menyesuaikan dengan tripleks yang akan digunakan untuk menampung kotoran. Tinggi satu ruangan sangkar kurang lebih 30 cm dan tidak boleh lebih dari 35 cm. Sebab, jika lebih tinggi akan merangsang puyuh untuk meloncat-loncat. Saat meloncat itu kepalanya bisa luka karena terantuk langit-langit sangkar.

Untuk memudahkan pengambilan telur, lantai kandang dibuat miring sehingga telur otomatis menggelinding ke tepi lantai. jarak antara langit-langit sangkar dengan lantai sangkar ditingkat atasnya setinggi 15 cm.

Tinggi kolong sangkar terbawah dengan lantai antara 30-40 cm. Jika lebih tinggi, maka akan menyulitkan penanganan puyuh dilantai paling atas. Jika terlalu rendah, sirkulasi udara menjadi kurang lancar.

di 19.49
Senin, 05 Juli 2010Model atap dan kandang puyuh petelur
Atap sebaiknya dipilih dari bahan yang cocok untuk daerah tersebut. Didaerah dingin, rumah beratap seng dapat digunakan sebab mampu mengahangatkan ruangan karena sifatnya meneruskan panas. Namun didaerah pantai atau dataran rendah, jangankan puyuh, manusia saja akan kepanasan hidup di bawah seng.

Untuk itu, didaerah panas sebaiknya atap dipilih dari bahan yang mampu menyerap panas seperti genting tanah, daun kelapa, daun tebu, ataupun daun rumbiya. Menurut pengalaman, atap dari dedaunan sebenarnya paling baik untuk kebanyakan wilayah indonesia. Hanya saja, kehebatanya hanya berumur pendek karena cepat rapuh sehingga harus sering mengganti.

Pada atap genting, harus dijaga agar pada saat musim hujan genting tetap rapat. sebab jika tidak rapat akan banyak air tampias karena hal itu akan meningkatkan kelmbapan ruangan. Kelembapan yang tinggi akan memudahkan tumbuhnya virus, bakteri dan jamur yang menimbulkan berbagai penyakit pada puyuh. Untuk itu lantai ruangan kandang diusahakan dibuat dari bahan kering atau diperkeras saja dengan semen agar tak menyimpan air.

Yang tak kalah penting, untuk mencegah penularan penyakit, pemeliharaan puyuh tidak boleh menyatu dengan unggas lain. Unggas yang berkeliaran tidak boleh mendekatai kandang puyuh. Sebisa mungkin kandang terisolasi dari unggas lain. Kandang puyuh pun harus bebas dari hewan pemangsa seperti tikus dan kucing.

Jika anda berencana membangun kandang khusus, maka usahakan kandang membujur dari timur ke barat. Sinar matahari pagi harus bisa masuk karena sinar matahari pagi berperan dalam pembentukan vitamin D pada tubuh. Caranya, dengan membuat dinding bagian timur kandang berpintu lebar seperti garasi. Bisa saja dinding itu dibuat dari bilah kayu atau bambu, yang jika malam hari/hari hujan bisa dilapisi terpal untuk menahan hawa dingin.

Ruangan kandang harus berdinding kuat yang mampu menahan cuaca yang kurang baik bagi puyuh seperti panasnya siang hari, dinginya malam hari, musim hujan, musim dingin ataupun terpaan angin yang berlebihan dari luar kandang. Jika tempat pemeliharaan memakai bekas ruangan kandang ayam yang berdinding terbuka atau berdinding pagar bambu/kawat, maka harus dilapisi dengan terpal plastik setidaknya 3/4 tinggi kandang. Jika daerah itu berangin kencang atau daerah pegunungan yang dingin maka harus lebih tinggi lagi penutupnya dan hanya sedikit untuk ventilasi.

di 12.55
Minggu, 04 Juli 2010Kandang puyuh petelur
Puyuh adalah komoditas yang istimewa, karena pemeliharaanya tidak terlalu memakan tempat sebagaimana ternak unggas lainya. Puyuh pun termasuk hewan yang adaptif alias gampang menyesuaikan diri dengan lingkunganya. Puyuh dapat hidup didaerah dingin ataupun panas, dataran tinggiataupun sekitar pantai. Oleh karena itu, peternakan puyuh di indonesia bisa ditemukan di berbagai tempat,dari pelosok pegunungan bahkan hingga diperkampungan pinggir kota.

Kuncinya, bagaimana peternaka mengelola tempat yang ia miliki sehingga bisa nyaman bagi puyuh. Masing-masing tempat memiliki karakteristik dan cara penanganan tersendiri. Untuk itu, peternak harus tahu, bagaimana kondisi yang dibutuhkan oleh puyuh.

Sebenarnya, puyuh mudah hidup tanpa banyak diproteksi. sebab, puyuh adlah hewan liar yang yang belumbanyak diubah karakteristik aslinya, tidak seperti ayam ras yang dikawinsilangkan hingga berubah dari sifat aslinya. Sedangkan puyuh, memang sejak dari sono nya sudah memiliki sifat produksi telur yang tinggi. Manusia tinggal menyesuaikan calon tempat pemeliharaan puyuh agar semirip dengan kenyamanan habitat aslinya. Dalam ilmu peternakan, kondisi itu dinamakan zona aman atau comfort zone.

I alam bebas puyuh mencari makan disemak-semak. selain itu ia suka mencari makan disela rerumputan atau tanaman dilahan pertanian. Tempat ini dipilih puyuh karena suasananya tenang, terlindung dari sinar matahari langsung dan angin yang kencang, maka diusahakan agar ruma/kandang tempat meletakkan sangkar cukup tertutup sehingga mampu menahan angin langsung, namun sirkulasi udara tetap lancar dengan cara diberi ventilasi secukupnya.

Sirkulasi udara yang lancar akan membuat puyuh nyaman karena suhu dan kelembapan ruangan terjaga. Puyuh merasa nyaman pada kelembapan udara 30-80%. Sirkulasi yang tidak lancar akan membuat uap kotoran yang banyak mengandung gas amonia menganggu pernapasan puyuh. Gangguan ini dpat membuat puyuh menderita sakit pada organ pernapasanya sehingga produksinya turun bahkan mati.

di 12.26
Sabtu, 03 Juli 2010Tata letak kandang puyuh petelur
Untuk usaha rumah tangga, puyuh bisa dipelihara dirumah dengan memakai ruangan yang tidak terpakai. Jika memiliki cukup uang, bisa saja membangun kandang khusus dibelakang rumah. Ruangan berukuran 6 x 4 m2 cukup untuk memelihara 200-2500 ekor puyuh.

Namun, secara umum jika akan diusahakan secara lebih serius dengan populasi hingga puluhan bahkan ratusan ribu, ada persyaratan lokasi yang harus dipenuhi.

Lokasi harus jauh dari lokasi pemukiman pendududk, maksutnya agar puyuh lebih suka ketenangan tidak terganggu. Selain itu juga untuk menghindari keresahan sosial akibat keberadaan peternakan ini.


Lokasi mudah diakses/diajngkau oleh alat transportasi, terutama jalur sarana produksi peternakan/sapronak (pakan, bibit, peralatan dan lain-lain) dan jalur-jalur pemasaran. bayangkan jika lokasi kandang sulit dijangkau oleh pedagang, tentu peternak lebih repot menjual telurnya.


Sedapat mungkin lokasi bebas dari wabah penyakit. Lokasi yang sering terpapar wabah penyakit unggas akan membuat biaya kesehatan lebih tinggi sehingga mengurangi keuntungan. Apalagi jika sampai kebobolan penyakit. Kalupun tidak mati, setidaknya produksi akan turun sehingga menurunkan produksi.


Bukan merupakan daerah sering banjir. Banjir akan merepotkan karena menyulitkan pemeliharaan dan membawa berbagai penyakit.


Memiliki sirkulasi udara yang baik. Puyuh tidak suka angin, namun tetap membutuhkan udara segar. Apalagi bila pemeliharaan telah berjalan, kotoran yang menumpuk menimbulkan gas amonia yang berbahaya baginya. Untuk itu perlu udara segar untuk menendang gas amonia keluar dari ruangan.


di 10.28