Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI Digelar 29 April

on Kamis, 10 Maret 2011

Jakarta - FIFA memberi tenggat untuk menggelar kongres pemilihan ketua umum baru hingga 30 April. PSSI telah menetapkan tanggal 29 April sebagai hari digelarnya kongres tersebut.

Dalam suratnya tertanggal 3 Maret lalu, FIFA mewajibkan PSSI menggelar dua kongres sebagai bagian dari proses pemilihan ketua umum baru. Kongres pertama untuk memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding harus digelar paling lambat 26 Maret, sementara pemilihan ketua umum baru ditenggat sampai 30 April.

Meski belum menentukan lokasi, PSSI menetapkan tanggal 29 April sebagai hari digelarnya kongres. Demikian diungkapkan Sekretaris PSSI Nugraha Besoes dalam konferensi pers di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta.

"Kongres pemilihan ketua umum PSSI akan digelar tanggal 29 April, sehari sebelum batas yang ditetapkan FIFA. Itu hari Jumat," ungkap Nugraha kepada wartawan.

"Kongres tersebut nantinya akan dimulai dengan pemilihan ketua umum, dilanjutkan dengan pemilihan wakil ketua umun dan terakhir memilih sembilan anggota Komite Eksekutif. Soal bagaimana cara pemilihannya jangan tanya saya karena saya tidak tahu. Itu tugas Komite Pemilihan yang menentukan," lanjut Nugraha.

Dalam kongres tersebut PSSI juga mengundang FIFA dan AFC untuk mengirim perwakilannya.

"Akan undang FIFA dan AFC di kedua kongres itu. Kami tak tahu apakah keduanya akan datang di kedua kongres. Yang jelas akan kita kasih undangan. Yang jelas mereka harus hadir dalam pemilihan sebagai saksi hidup."

"Kalau dari Malaysia (AFC) mungkin datang karena dekat. Tapi kalau dari Zurich (FIFA) itu kan jauh jaraknya," tuntas Nugraha.

Garuda Muda Berharap Penonton Merahkan Jakabaring

on Selasa, 22 Februari 2011

Palembang - Para penggemar sepakbola di Palembang sudah berniat untuk memboikot semua kegiatan sepakbola yang digelar PSSI. Akan tetapi, timnas U-23 Indonesia berharap dukungan tetap mengalir.

Seperti sudah diberitakan, salah satu kelompok suporter di Palembang, Singa Mania, mengancam untuk memboikot kegiatan sepakbola yang diselenggarakan PSSI, tidak terkecuali laga Pra-Olimpiade antara Indonesia vs Turkmenistan.

Entah terpengaruh oleh isu boikot itu atau tidak, tetapi asisten pelatih Indonesia, Wolfgang Pikal, berharap agar para pendukung memerahkan Stadion Jakabaring, Rabu (23/2/2011).

"Mari kita merahkan stadion. Dukung kami Palembang, ini laga penting dan berat bagi kita. Dukungan penonton adalah motivasi bagi kami," kata Pikal dalam jumpa pers di Hotel Aryaduta, Palembang, Selasa (22/02/2011).

Pikal juga menjelaskan para pemain sangat siap melakukan laga besok. Pemain yang tengah mengalami cedera hanya Johan Juansyah. Untuk taktiknya, pelatih kepala Alfred Riedl memilih tidak memainkan bola-bola atas, tetapi lebih mengandalkan permainan sayap.

Kubu Turkmenistan sendiri mengaku sangat siap menghadapi Indonesia. Tim Asia tengah itu sudah sepekan menetap di Thailand yang cuacanya relatif sama dengan Indonesia, khususnya Palembang.

Sementara pada hari pertama penjualan tiket pertandingan, Selasa (22/2/2011), sudah terjual 7.000 lembar tiket. Pembeli rata-rata berasal dari luar Palembang. Menurut seorang pengelola tiket yang dikutip media massa lokal, sekitar 6.000 lembar tiket dipesan pembeli dari Jakarta, Bogor, dan Bandung, sedangkan sekitar 1.000 tiket dipesan penonton di Palembang.

Tiket yang disediakan panitia sendiri sebanyak 20.100 lembar dan ditargetkan 15 ribu lembar di antaranya bisa terjual

Kecam PSSI, Demonstran Semarang Injak-Injak Foto Nurdin

on Senin, 21 Februari 2011

Semarang - Puluhan orang dari beberapa elemen mengecam pencalonan kembali Nurdin Halid sebagai Ketum PSSI. Mereka menginjak-injak foto orang nomor satu PSSI yang pernah menjadi narapidana tersebut.

Aksi digelar mulai pukul 11.20 WIB di Bundaran Air Mancur Semarang, Jl. Pahlawan, Selasa (22/2/2011). Mereka berasal dari Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan Indonesia, Komunitas Pecinta Bola (KPB), dan Gerakan Pemuda Nusantara (GPN).

Massa membawa spanduk bertuliskan "Pecat Nurdin Halid!", dan poster-poster berisi kecaman terhadap Nurdin dan PSSI. Di sela aksinya, sebagian peserta aksi marah sambil menginjak-injak foto Nurdin Halid.

"Dasar diktator! Nggak punya malu!" teriak mereka.

"Mantan napi kok nyalon PSSI!" imbuh mereka sambil terus menginjak poster yang berisi foto Nurdin.

Meski mengusung isu yang sama, sasaran aksi mereka berbeda. Usai melampiaskan kecamannya, massa FKPPI geser ke Stadion Citarum Semarang. Sementara, KPB dan GPN menuju kantor DPRD.

Polisi mengawal aksi tersebut. Sebagian mengikuti massa FKPPI dengan kendaraan, sisanya ikut long march ke kantor DPRD.

Intervensi Pemerintah pada PSSI, Mundur untuk Maju

on Minggu, 20 Februari 2011

Jakarta - Desakan agar Pemerintah melakukan intervensi terhadap PSSI mulai disuarakan sejumlah pihak. Sanksi dari FIFA bisa dianggap sebagai langkah mundur untuk kemudian maju lebih jauh.

Harapan untuk melihat perubahan di PSSI praktis telah lenyap saat hanya ada dua nama yang lolos sebagai calon Ketua Umum PSSI tahun 2011-2015. Dua calon itu adalah Ketum PSSI saat ini, Nurdin Halid, dan wakilnya, Nirwan Bakrie.

Meski keputusan itu belum final, harapan bahwa akan terjadi perubahan mendasar di PSSI sudah telanjur punah. Pegiat Save Our Soccer (SOS) Apung Widadi mengharapkan ada intervensi terukur dari Pemerintah terhadap keputusan Komite Pemilihan yang cuma meloloskan Nurdin dan Nirwan.

"Masalah sepakbola bukan hanya masalah orang bola, klub, dan suporter, tapi harus perhatian Pemerintah. Bukan cuma Menpora, tapi juga Presiden," cetus Apung saat berbincang dengan detikSport, Senin (21/2/2011).

"Presiden boleh saja memanggil tim seleksi, bahkan memeriksa tim seleksi karena ada kecurigaan terjadi rekayasa. Intervensi yang terukur ini diperlukan untukl menyelamatkan sepakbola Indonesia," imbuh Apung.

Namun bila intervensi terukur tersebut tidak membawa perbaikan dan Nurdin terpilih kembali sebagai Ketum PSSI 2011-2015, Apung mendesak agar Pemerintah melakukan tindakan luar biasa.

"Misal Nurdin terpilih kembali, intervensi harus dilakukan. Bentuk-bentuknya mungkin saja kongres ulang. Cuma memang sebenarnya di Indonesia tidak ada yang bisa menghentikan rezim PSSI. Intervensi Pemerintah boleh saja, bukan hal yang haram," kata Apung yang juga peneliti di Indonesia Corruption Watch (ICW) itu,

Desakan kepada Pemerintah untuk mengintervensi PSSI juga dilontarkan oleh Ian Kurniawan, pengurus Asosiasi Suporter Indonesia (ASI). Hanya saja, ASI juga berniat untuk turun ke jalan sebelum benar-benar mendesak Pemerintah bertindak.

"Langkah pertama kita turun ke jalan, mencari simpati masyarakat dan memberikan pencerahan kepada masyarakat. Masyarakat awam kan bertanya-tanya, kenapa seorang Jendral tidak lolos dan kalah sama mantan napi," ujar Ian.

"Bukannya kami mendukung Jendral (George Toisutta), tapi kami ingin memberi pencerahan kepada masyarakat soal Statuta FIFA, Electoral Code FIFA dan Statuta PSSI," tukas Ian yang tinggal di Cirebon.

Ian juga berharap agar keputusan Komite Pemilihan Exco, Wakil Ketua Umum dan Ketua Umum PSSI 2011-2015 bisa diubah di Komisi Banding. Tetapi bila tidak, maka intervensi Pemerintah jadi hal tidak terhindarkan.

"Kita lagi menunggu hasil Komisi Banding yang digembar-gemborkan netral dan tidak berpihak. Tapi kalau tidak ada tindak lanjut dan tidak ada perkembangan berarti, kita mendesak Pemerintah membekukan PSSI," kata Ian.

Baik Apung maupun Ian mengaku tidak keberatan apabila akibat intervensi Pemerintah maka Indonesia akan dikenai sanksi FIFA berupa larangan bertanding di ajang internasional selama dua tahun ke depan.

"Setelah Piala Dunia 2010, pengurus sepakbola di Nigeria jadi tersangka korupsi, Pemerintah intervensi. FIFA kemudian memberi sanksi satu tahun," tutur Apung.

"Indonesia belum lolos Piala Dunia, Piala AFF juga diduga pertandingannya dijual. Intervensi tidak apa-apa. Yang bisa menghentikan PSSI kalau tidak suporter bergerak serempak, ya Pemerintah," ujar Apung.

"Saya asumsikan begini, meneruskan PSSI sekarang, mundur 10 tahn ke belakang. Kalau kita dibekukan FIFA, cuma mundur dua tahun. Semua ada risikonya, ada dampak negatif dan positifnya. Kita mencari yang dampak negatifnya paling kecil," tambah Ian dalam kesempatan terpisah.

Messi di Spanyol Beda dengan Messi di Inggris

on Rabu, 16 Februari 2011


London - Tanah Inggris masih menjadi 'kutukan' buat Lionel Messi ketika ia tidak berhasil mencetak gol ke gawang Arsenal. Tapi saat di Spanyol, penampilan Messi sangatlah berbeda.

Pada pertandingan leg 1 perdelapanfinal Liga Champions antara Arsenal vs Barcelona, Kamis (17/2/2011) dinihari WIB, Messi gagal menyumbangkan gol buat Barca. Kontribusinya 'cuma' assist untuk gol David Villa.

Fakta di atas menambah panjang catatan kegagalan Messi mencetak gol di tanah Inggris. Tujuh pertandingan, termasuk kontra Arsenal, dilalui tanpa lesakan gol dari si bocah ajaib asal Argentina itu.

Bila dianggap kalau Inggris adalah wilayah 'kutukan' buat Messi, mungkin ada benarnya juga. Pasalnya, kalau tampil di Spanyol, Messi bisa melesakkan begitu banyak gol.

Coba tanya kepada Arsenal yang musim lalu pernah tersengat oleh empat gol (!) Messi di leg kedua perempatfinal Liga Champions di Camp Nou. Padahal saat leg pertama di Emirates, gol Messi nihil.

Belajar dari pengalaman itu, manajer Arsenal Arsene Wenger pun merasa kalau Messi tetaplah ancaman yang harus ditakuti saat The Gunners melawat ke markas Barca di leg 2 perdelapanfinal, 8 Maret mendatang.

"Siapa yang tidak dibuat cemas oleh Messi?" ujar Wenger di situs resmi Arsenal. "Akan jadi tugas berat buat mematikan dia, tapi kami akan lebih semangat dengan (kemenangan) malam ini."

Liga Champions Memanggil Lagi 16 Kontestan

on Minggu, 13 Februari 2011


Jakarta - Liga Champions masih setengah jalan. Setelah jeda hampir tiga bulan, 16 tim yang masih bertahan akan melanjutkan perjalanannya lagi, mengikuti panggilan untuk bertemu di London akhir Mei depan.

Tengah pekan ini delapan kontestan akan memulai perjuangan pertamanya di fase knockout. AC Milan, Tottenham Hotspur, Valencia dan Schalke akan mentas Selasa (15/2) malam, Arsenal, Barcelona, AS Roma dan Shakhtar Donetsk turun ke lapangan besok malam.

Setelah fokus di kompetisi lokal, tim-tim tersebut akan diuji daya tahannya lagi setelah lolos dari babak grup. Tantangan lebih besar karena kompetisi sudah menggunakan sistem gugur, mereka juga sudah "menguras" separuh energinya di paruh pertama musim ini.

Duel Milan kontra Tottenham akan menjadi daya tarik utama besok malam. Milan spesialis Eropa, Totenham berstatus debutan. Rossoneri sedang memimpin Seri A, The Lilywhites tetap menjadi salah satu kuda hitam di Premier League.

Spurs -- sebutan lain untuk Totenham Hotspur -- tak bisa dipandang sebelah mata walaupun minim pengalaman di Liga Champions. Permainan yang bagus sejak musim lalu, ketika mereka finis empat besar di Inggris, masih berlanjut di musim ini.

Tim asuhan Harry Redknapp tetap bersaing di papan atas, dan mereka memiliki pemain-pemain top yang sedang dalam top performance setelah Aaron Lennon, Rafael van der Vaart, Gareth Bale, Luka Modric, dan Michael Dawson.

Meski demikian, pengalaman kerap menjadi faktor besar di Liga Champions -- dan Milan tidak perlu dipertanyakan lagi. Apalagi mereka juga akan memainkan leg pertama ini di kandang sendiri.

Partai mentereng Rabu malam adalah perjumpaan Arsenal dengan sang juara bertahan Barcelona di Emirates Stadium. Buat Arsenal, ini adalah sebuah tantangan sangat besar, tak sekadar membalas kekalahan di final 2006. Mereka bisa menjadi jawaban untuk pertanyaan yang hingga kini masih dicari orang: "siapa yang bisa mengalahkan El Barca?"

Selain dua partai tersebut, Valencia akan menjajal peruntungannya melawan tim kuat Jerman yang sedang loyo di kompetisi domestiknya, Schalke. AS Roma, yang permainannya masih naik-turun, akan ditantang Shakhta Donetsk.

Minggu depan juga digelar empat pertandingan, termasuk big match Inter Milan versus Bayern Munich di Giuseppe Meazza. Manchester United juga diperkirakan akan mendapat perlawanan keras dari Marseille di Stade Velodrome.

Real Madrid, yang selalu menjaga mimpinya menambahkan koleksi trofi Eropa-nya menjadi 10, kali ini dengan pelatih terbaik dunia Jose Mourinho, akan bertemu dengan salah satu tim yang sering merepotkan mereka: Olympique Lyon. Sementara itu Chelsea boleh jadi akan relatif mampu mengatasi lawan pertamanya di babak knockout, FC Copenhagen.

Liga Champions musim ini akan berakhir di Stadion Wembley, London, pada 2 Mei. Siapa dua tim yang akan bertarung di stadion keramat Inggris itu, adalah mereka yang sejak pekan ini mampu melewati semua rintangannya.

Jadwal babak 16 besar leg I tengah pekan ini:

Rabu (16/2) dinihari WIB
AC Milan vs Tottenham Hotspur
Valencia vs Schalke 04

Kamis (17/2) dinihari WIB
Arsenal v Barcelona
AS Roma v Shakhtar Donetsk

LPI Nilai Kinerja Wasit Masih Baik

on Minggu, 06 Februari 2011

Jakarta - Mulai muncul sejumlah keluhan mengenai wasit di Liga Primer Indonesia. Pihak LPI menilai bahwa kinerja pengadil lapangan hijau masih baik, layak diberi poin 85 pada skala sampai 100.

Lima pekan LPI berjalan, kinerja wasit mulai mendapatkan keluhan. Pelatih Bandung FC Nandar Iskandar mengkritisi kinerja korps baju hitam saat timnya menghadapi Solo FC.

Selanjutnya Semarang United juga mengeluhkan wasit terkait kartu merah terhadap Simon Kujiro dalam laga antara tim kota Atlas itu melawan Bogor Raya. Arsitek Medan Bintang Michel Feichteinbeiner juga protes saat timnya dikalahkan Real Mataram.

Terakhir, arsitek Real Mataram Jose Basualdo melontarkan kritik serupa saat timnya dibekuk Aceh United kemarin sore (6/2/2011).

"Sebelum laga kita gelar technical meeting dan yang kita bahas selalu fair play. Tetapi itu tidak terjadi pada laga ini. Wasit cadangan juga tidak tahu ketentuan waktu. Waktu tambahan seharusnya 5 menit, namun baru dua menit sudah selesai. Kami complain bukan karena kami kalah, tapi demi menjunjung fair play di LPI," ujar Basualdo dalam keterangan pers yang diterima detiksport.

Pihak LPI sendiri menilai bahwa sejauh ini kinerja wasit saat memimpin pertandingan masih bagus. "Secara umum wasit sudah berusaha junjung fair play. Kita harus apresiasi itu. Beberapa laga memang belum maksimal dan ada catatan. Sepakbola olahraga kontak fisik, jadi pelanggaran mungkin saja terjadi," ujar juru bicara LPI Abi Hasantoso dalam perbincangannya dengan detiksport, Senin (7/2/2011) siang WIB.

"LPI menilai wasit sejauh ini sudah bagus baik dari performa fisik maupun kepemimpinan. Nilai skala 1-100, menurut saya nilainya 85. Yang 15 ini karena masih ada yang berpendapat wasit perlu diperbaiki. Tim masih belum bisa menerima," sahut Abi di ujung sambungan telepon.

Abi menambahkan, LPI terus menjalin komunikasi dengan klub untuk terus mensosialisasikan soal visi dan misi fair play. Dalam waktu dekat LPI berencana mengadakan pertemuan dengan pihak klub.

"Ada rencana ada pertemuan seluruh CEO di Bali dalam waktu dekat ini. Ini sudah diagendakan sebelumnya. Pada hari libur saat tidak ada pertandingan. Pertandingan LPI 'kan Sabtu, Minggu, Senin. Nah, ini bisa ambil hari Selasa atau Rabu. Kita bahas soal kompetisi, ada catatan juga soal kinerja wasit. Yang jelas bukan hanya tanggungjawab pemain, pelatih juga. Wasit sudah berusaha yang terbaik."

LPI "bersih" tanpa kartu merah di lima pertandingan awal yang digelar. Namun memasuki pertandingan keenam yakni antara Real Mataram kontra Bali Devata kartu merah seakan "mengalir". Sejumlah nama yang diusir wasit misalkan Ali Markus, Ryung Thae Phyo (Real Mataram), Simon Kujiro (Semarang United), Javier Rocha (Batavia Union), Sreko Mitrovic (PSM Makassar), dan Alamsyah (Aceh United).

"LPI tak berharap banyak kartu keluar. Tapi tugas wasit harus kami dukung. Tugas wasit menjunjung tinggi fair play. Jangan liat jumlah kartu, itu bagian dari kepemimpinan wasit. Kartu dipandang sebagai hal wajar, sebagai bagian dari penegakan wasit terhadap fair play," kata Abi menanggapi hal ini.

Besok Lee Hendrie Mulai Berlatih dengan Bandung FC

on Selasa, 01 Februari 2011


Bandung - Eks bintang Aston Villa yang kini merumput di Bandung FC, Lee Hendrie, dipastikan mulai berlatih bersama rekan-rekannya besok. Ia cuma punya dua hari untuk siap dimainkan melawan Persema Malang.

"Besok Hendrie mulai bergabung latihan," ujar M Kusnaeni, penggagas Bandung FC, saat dihubungi detikbandung, Rabu (2/2/2011).

Sejak kedatangannya ke Indonesia, pemain Inggris berusia 33 tahun itu belum ikut berlatih dengan rekan-rekan barunya karena masih dalam proses adaptasi.

"Kesiapan dia bergabung dengan pemain lain lebih ke faktor teknis. Tapi besok insyaallah dia akan bergabung latihan," jelasnya.

Bung Kus, sapaan akrab Kusnaeni, mengatakan selama ini Hendrie tetap berlatih sendiri untuk menjaga kebugaran dan kondisi fisiknya.

"Dia berlatih sendiri, seperti fitnes, jogging, dan lain-lain. Dia kan pemain profesional, jadi sudah tahu apa yang harus dilakukan," katanya.

Mengenai peluang Hendrie untuk melakoni debutnya pada hari Sabtu (5/2/2011) nanti di Stadion Siliwangi, hal itu tergantung kesiapan yang bersangkutan karena praktis hanya punya waktu latihan dua hari sebelum hari H.

Torres Datang, Siapa Tersingkir?


London - Kehadiran Fernando Torres membuat persaingan di lini depan Chelsea makin sengit. Wajar kalau kemudian timbul pertanyaan, siapa yang akan kehilangan tempat di tim utama The Blues dengan datangnya Torres?

Selama ini, Carlo Ancelotti sering memasang Didier Drogba dan Nicolas Anelka sebagai duet ujung tombak, dengan ditopang Florent Malouda yang berdiri di belakang mereka. Jika salah satu dari ketiganya absen, Ancelotti juga masih punya Salomon Kalou.

Ancelotti telah mengisyaratkan akan memainkan Torres dalam laga melawan Liverpool akhir pekan ini. Dia yakin Torres akan langsung nyetel dengan permainan The Blues.

"Fernando punya kemampuan yang fantastis. Dengan kualitas yang dimilikinya, dia tak akan kesulitan bermain bersama kami," ujar Ancelotti di AFP.

"Dia tak akan kesulitan bermain bersama Didier Drogba atau striker lainnya."

"Itu bukan masalah, formasi berlian yang kami pakai di lini tengah tak akan banyak berubah. Bentuk permainan kami tak akan berubah terlalu banyak."

Dengan hadirnya Torres, tentu akan ada satu pemain yang terpaksa dicadangkan. Terkait hal ini, Ancelotti belum memberi gambaran yang jelas. Dia tentu masih bingung menentukan siapa yang harus tersingkir. Apalagi Drogba, Kalou, dan Anelka tampil bagus dalam laga kontra Sunderland, Rabu (2/2/2011) dinihari WIB.

Ancelotti memberi pujian khusus kepada Anelka, yang tampil baik sebagai second striker di belakang Drogba dan Kalou.

"Nicolas bermain sangat baik di posisi tersebut. Saya sangat senang dengan penampilannya. Dia sangat berbahaya di posisi itu dan Sunderland sangat sulit menjaganya. Dia bisa bermain di sana," puji Ancelotti.

Pernyataan Ancelotti ini mengindikasikan dia kemungkinan akan kembali memasang Anelka sebagai second striker saat Chelsea jumpa Liverpool. Sementara sebagai pasangan untuk Torres, Drogba punya peluang lebih besar daripada Kalou.

"Torres dan Drogba di depan dan Anelka di belakang mereka. Wow, itu terdengar sangat bagus bagi saya," saran manajer Sunderland, Steve Bruce.